Sambangi Taman Nasional Gunung Merapi, Presiden Dorong Upaya Pelestarian Lingkungan

  • Whatsapp
Presiden Jokowi Tanam Pohon Alstonia Scholaris Kurang Lebih Tiga Meter di Taman Nasional Gunung Merapi
Presiden Jokowi Tanam Pohon Alstonia Scholaris Kurang Lebih Tiga Meter di Taman Nasional Gunung Merapi. Foto: Biro Setpres/kris

Headline.co.id (Magelang) ~  Presiden Joko Widodo bersama dengan masyarakat melakukan penananaman pohon serentak di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurang Jero, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam kunjungan kerjanya pada Jumat (14/2). Penanaman pohon ini bagian dari upaya rehabilitasi hutan dan lahan di sekitar kawasan Gunung Merapi tersebut.

baca juga: Presiden Jokowi: WNI di Natuna Sehat dan Siap Kembali ke Keluarga

Bacaan Lainnya

Di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, terdapat 30 desa penyangga yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 107.448 jiwa. Jika di kawasan lereng gunung merapi memiliki potensi alam tentu akan menjadi pendukung bagi daerah-daerah permukiman yang terletak di bawahnya itu apabila dikelola dan dikonservasi dengan baik.

Dalam Kunjungannya, Presiden Jokowi mengajak kerja sama antara berbagai pihak untuk mengembalikan dan menjaga kelestarian lingkungan, utamanya di kawasan tersebut.

“Saya kira kita ingin memulai hal-hal yang berkaitan dengan ekosistem flora dan fauna, penanaman kembali, dan reboisasi di kawasan-kawasan yang sering banjir atau longsor,” ujar Presiden.

baca juga: Bertolak ke Yogyakarta, Presiden Akan Sambangi Taman Nasional Gunung Merapi

Dalam kegiatan penanaman pohon serentak, Presiden Jokowi menanam Pohon pulai (Alstonia scholaris) setinggi kurang lebih tiga meter. Bersamaan dengan itu, masyarakat setempat juga menanam pohon yang sama di sekitar lokasi.

Sebelumnya, Kepala Negara terlebih dahulu meninjau kebun bibit desa yang dibangun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama masyarakat setempat di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi. Kebun bibit desa ini menjadi salah satu pendukung bagi upaya rehabilitasi hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Merapi.

Di kebun bibit desa tersebut, Presiden melihat banyak bibit tanaman yang tersedia. Sebagian besar bahkan memiliki nilai ekonomi yang tinggi yang tentunya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar apabila dibudidayakan.

“Yang kita tanam di sini ada petai, ada fungsi hijaunya tetapi ada fungsi ekonominya juga. Ini jambu kristal, ada fungsi hijau dan fungsi ekonominya untuk rakyat. Nah, ini durian yang saya senang. Pohonnya senang, duriannya juga senang,” kata Presiden menunjuk satu per satu bibit tanaman di sekitarnya.

baca juga: Jokowi Tekankan Tiga Hal ini untuk Naikan Peringkat Kemudahan Berusaha Indonesia ke Posisi 40

Selain itu, ada pula bibit tanaman vetiver yang dalam beberapa waktu belakangan sering disinggung oleh Presiden dan dimintanya untuk ditanam di wilayah yang memiliki potensi bencana banjir dan longsor. Tanaman tersebut diketahui memiliki kemampuan untuk menahan gempuran aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah sehingga mencegah tanah longsor dan erosi.

“Akarnya 3-4 meter sehingga memperkuat tanah-tanah di kemiringan. Kita punya stok 50 juta bibit vetiver seperti ini yang akan terus kita bawa ke daerah-daerah yang sering longsor. Ini juga untuk di hulu dari waduk-waduk sehingga sedimen tidak masuk ke waduk,” ucapnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Doni Monardo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

baca juga: Presiden Jokowi Perintahkan Kementerian Untuk Segera Realisasikan Anggaran Belanja

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *