by

Pengamat Transportasi Sebut Ojol Bakal Ditinggal Bila Tarif Naik

HeadLine.co.id, (Nasional) – Rencana kenaikan tarif ojek online di zona Jabodetabek yang diusulkan oleh Pemerintah ditanggapi oleh pengamat transportasi, Djoko Setijowarno.

Ia menilai kenaikan tarif ojol akan berpotensi mengurangi jumlah penumpang. Ia menyebut selama ini masyarakat yang menumpang ojol membandingkan tarif yang lebih murah antara ojol dengan angkutan umum.

“Masalah kenaikan tarif itu kan sensitif, masa mau naik terus. Apalagi sekarang angkutan umum sudah mulai banyak, ini bisa jadi hambatan untuk perkembangan ojol,” papar Djoko

Baca Juga: BMKG Himbau Masyarakat Waspadai Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Djoko menambahkan perkembangan angkutan umum seperti bus gratis, bus TransJakarta, bus antar kota hingga kereta commuter line, MRT hingga LRT yang sebentar lagi jadi akan membuat masyarakat beralih dari ojol.

Menurutnya angkutan umum memerlukan waktu tempuh yang lebih banyak, namun nilai plus nya jauh lebih murah dan nyaman sehingga kenaikan tarif tentu memiliki pertimbangan lain.

Seperti yang kita ketahui, beberapa waktu lalu Ahmad Yani selaku Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan bahwa para driver ojol meminta tarif batas bawah menjadi Rp 2.500/kilometer (km) dari sebelumnya Rp 2.000/km.

Terkait permintaan tarif tersebut, Yani menjelaskan masih akan membahasnya dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), karena tarif ojol menyangkut dengan kemampuan masyarakat untuk membayar. Hal yang ditakutkan adalah para penumpang beralih dan meninggalkan ojol karena kenaikan tarif terlalu tinggi.

“Kenaikan tarif tersebut belum didiskusikan dengan YLKI karena mereka yang melihat dari sisi masyarakat sehingga dapat ditemukan titik temunya,” ucapnya.

Comment

News Feed