Headline.co.id, Sleman – Praktik penyelewengan anggaran kembali mencuat dalam pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sleman. Kasus ini menjadi viral setelah terungkap bahwa seorang vendor yang bertugas menyediakan snack untuk acara tersebut diduga telah melakukan pemotongan anggaran yang signifikan, mencapai lebih dari 300 juta rupiah.
Baca juga: Ketua KPU Bantul Respon Viral Konsumsi Pelantikan KPPS: Janji Klarifikasi Secepatnya
Kejadian ini berawal dari pengungkapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman terkait penyunatan anggaran yang dilakukan oleh vendor penyedia snack, PT Jujur Kinaryo Projo. Total anggaran snack yang dialokasikan oleh KPU Sleman mencapai sekitar 400 juta rupiah, dengan setiap kotak snack dihargai 15.000 rupiah. Namun, dalam klarifikasi dengan vendor, terungkap bahwa anggaran tersebut dipangkas menjadi hanya 2.500 rupiah per kotak.
Sekretaris KPU Sleman, Yuyud Futrama, mengungkapkan bahwa pemotongan anggaran ini terjadi tanpa sepengetahuan pihak KPU. “Ternyata dia [vendor] menurunkan seharga Rp2.500. Berarti dia sudah bathi Rp12.500, dari Jogoboyo menyarankan kami mengambil langkah. Langkah pertama kami menyetop dia sebagai vendor,” ungkapnya.
Baca juga: Polemik Konsumsi Pada Pelantikan KPPS di Sleman: Shinta Catering Buka Suara
Dengan demikian, dari total anggaran 15.000 rupiah per kotak, hanya 2.500 rupiah yang dibelanjakan, menyebabkan penyunatan anggaran mencapai lebih dari 300 juta rupiah untuk total pesanan snack sebanyak 24.199 kotak.
Menyikapi hal ini, massa dari perwakilan pedukuhan di Sleman turun ke kantor KPU Sleman pada Jumat (26/1/2024), menuntut transparansi dan langkah hukum terhadap vendor yang diduga melakukan penyelewengan. Ketua Paguyungan Dukuh Cokro Pamungkas Sleman, Sukiman Hadiwijoyo, menyatakan kekecewaan terhadap fasilitas snack yang dianggap tidak layak untuk KPPS.
“Snack dipandang kurang wajar. Maka dari ketika snack aja kurang wajar, pasti pertanyaannya yang lain. Kok Sleman ga ada [uang] transportnya? Yang lain lagi terkait bimtek dan pelaksanaan pemilu pada 14 Februari 2024, jangan sampai Sleman terulang lagi,” ujarnya.
KPU Sleman memastikan bahwa tidak ada unsur dari pihaknya yang terlibat dalam pemotongan anggaran ini. “Kalau bapak-ibu menemukan ada unsur KPU, entah itu sekretariat pegawai yang main-main, bisa membuktikan, akan saya pecat hari ini juga,” tegas Yuyud Futrama.
Sejumlah anggota KPPS juga mengungkapkan keprihatinan terhadap pemotongan anggaran ini. Ahmadi Riyanto, salah satu KPPS, menegaskan bahwa mereka bukan kekurangan makanan, namun yang menjadi sorotan adalah pemotongan anggaran dalam pengadaan snack dan fasilitas lainnya. “Mohon penjelasannya dan kejujurannya,” ungkapnya.
Ancaman mundurnya KPPS dari partisipasi dalam pelaksanaan pemilu selanjutnya pun disampaikan sebagai bentuk protes jika tidak ada transparansi dan langkah serius dari pihak KPU Sleman. “Karena ini adalah hak dari rakyat yang dikelola pemerintah dan dikembalikan dan dirasakan masyarakat,” tambah Ahmadi Riyanto. Kasus ini menambah catatan kelam terkait pengelolaan anggaran dalam pemilihan umum di Indonesia.
Terimakasih telah membaca Snack KPPS Sleman Viral, Diduga Vendor Sunat Anggaran Lebih dari 300 Juta semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News Headline dan ikuti berita terbaru di Chanel WA Headline.
Baca juga: Polres Bantul Himbau Masyarakat Waspada terhadap Penipuan Penggandaan Uang


















