by

Guna Optimalisasi Aset dan Angkutan Barang, PT KAI (Persero) Gelar Public Expose di Semarang

HeadLine.co.id, (Semarang) – PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dikenal sebagai salah satu BUMN yang sukses dalam tata kelola perusahaannya di berbagai sektor, khususnya di bidang transportasi publik. Jutaan penumpang telah dihubungkan ke berbagai wilayah Divisi Regional dan Daerah Operasi. Selain angkutan penumpang, PT KAI (Persero) juga meningkatkan pundi-pundi pendapatan melalui angkutan barang dan potensi aset-aset yang ada.

Dalam perusahaan PT KAI (Persero) aset dibagi menjadi dua bagian, aset railway dan aset non railway. Aset railway berkaitan langsung dengan operasional perjalanan kereta api seperti sarana dan prasarana mulai dari lokomotif kereta hingga jalan rel jembatan dan rumah sinyal. Sedangkan aset non railway tidak terkait secara langsung dengan operasional perjalanan kereta seperti rumah perusahaan, aset tanah dan bangunan dinas.

Para Narasumber pada sesi pertama Public Expose Semarang. (Foto: TomoSu)

Aset PT KAI (Persero) tersebar di sepanjang jalur kereta api di pulau Jawa dan Sumatera. Terdapat aset tanah seluas 332.012.898 m2 dengan luasan optimum untuk dikembangkan seluas 2.524.700 m2 dengan rumah perusahaan 16.475 unit dan bangunan dinasnya 3.882 unit. Adapun lahan milik PT KAI (Persero) yang sudah bersertifikat seluas 125.712.997 m2 dan yang belum bersertifikat 2016.299.901 dan untuk lahan yang telah clean & clear 125.712.997 m2 dan non clean & clear 2016.299.901.

Guna optimalisasi aset dan angkutan barang, PT KAI (Persero) gelar kerjasama optimalisasi aset dan angkutan barang wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang, Jawa Tengah pada Rabu, (14/8). Acara dihadiri oleh Suharjono selaku Corporate Deputy Director of Asset Development (CDD), Rein Gazalba selaku CDD of Freight Marketing and Sales dan beberapa pejabat internal PT KAI (Persero) lainnya. Acara ini di moderasi oleh Djoko Setijowarno, MT dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Andy K. Nataniel sebagai ahli bidang properti, Suhardjono selaku CDD of Asset Development PT KAI (Persero) dan pada sesi dua dihadirkan Rein Gazalba selaku CDD of Freight Marketing and Sales PT KAI (Persero) dan Setiadji, ST, MT selaku Supply Chain INA.

Executive Vice President Daop 4 Semarang M. Nurul Huda Dwi Santoso menyampaikan dalam sambutannya bahwa menjelang usianya yang ke-74, bisnis PT KAI (Persero) telah berkembang pesat. Bukan saja sektor angkutan penumpang namun potensi angkutan barang dan potensi aset yang masih dapat dioptimalisasi.

Executive Vice President Daop 4 Semarang M. Nurul Huda Dwi Santoso memberikan cindera mata kepada Andy K. Nataniel sebagai ahli bidang properti. (Foto: TomoSu)

Andy K. Nataniel menyampaikan bahwa aset-aset yang dimiliki PT. KAI (Persero) sangat luas dan strategis karena rata-rata berada di wilayah tengah kota. Hal ini dapat dioptimalisasi salah satunya menjalin kerjasama dengan pelaku usaha melalui komersialisasi dalam bentuk properti dan lain sebagainya. Bisa jadi PT. KAI ini salah satu BUMN yang memiliki potensi terbesar atas aset-asetnya.

Suhardjono selaku CDD of Asset Development PT KAI (Persero) menyampaikan tentang potensi aset yang dimiliki dan hal teknis termasuk persyaratan untuk melakukan kerjasama atau menjalin kemitraan. Jangka panjang kemitraan dan nilainya dibagi dalam tiga opsi yaitu kerjasama dibawah 5 tahun  dengan nilai maksimal Rp 10 M kewenangan dan persetujuan oleh Direksi, jangka waktu 5 hingga 10 tahun  dengan nilai Rp 10 sampai 20 M kewenangan persetujuan olej Dewan Komisaris dan di atas 10 tahun dengan nilai di atas Rp 20 M melalui RUPS. Kerjasama dimana perusahaan yang mencari mitra dapat dilakukan dengan cara BGS/BOT (Bangun Guna Serah/Built Operate Transfer), BGS (Bangun Serah Guna/Built Transfer Operate), KSO (Kerjasama Operasi), KSU (Kerjasama Usaha) Sewa (sewa lahan jangka panjang.

Selain itu mitra yang akan kerjasama harus memenuhi persyaratan mitra kerjasama jangka pangjang, melalui prosedur pemilihan mitra diantaranya dapat melalui pemilihan langsung, penunjukan langsung dan kerjasama langsung dimana masing-masing juga ada ketentuan yang berlaku. Proses pemilihan mitra kerjasama jangka panjang juga harus dilalui. Prosedur pemilihan mitra dapat memenuhi dokumen administrasi, dokumen teknis, dokumen penawaran. Calon mitra juga akan melalui proses persetujuan mitra yang berlaku. Dasar aturan kerjasama dengan PT KAI (Persero) salah satunya adalah PerMen BUMN No. PER-03/MBU/08/2017 tentang pedoman kerja sama BUMN. Selain ini ada beberapa lainnya.

Pada sesi ke dua Rein Gazalba selaku CDD of Freight Marketing and Sales memaparkan secara gamblang tentang keuntungan menggunakan jasa kereta api dihadapan para pemilik bisnis yang memerlukan angkutan logistik dengan biaya yang murah, tepat waktu dan efisien melalui angkutan retail dan angkutan korporasi.

Zuhril Alim selaku CDD Non Railway Assets PT. KAI (Persero) memberikan penjelasan terkait sertifikasi aset di lingkungan PT KAI (Persero). (Foto: TomoSu)

PT KAI (Persero) menampilkan potensi-potensi aset strategis di wilayah Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto dan Daop 6 Yogyakarta. Wilayah Daop 4 Semarang menawarkan beberapa potensi angkutan barang di Stasiun Semarang Tawang dengan potensi angkutan parcel dan peti kemas. Stasiun Semarang Poncol dengan potensi angkutan parcel, semen dan peti kemas. Stasiun Brumbung dengan potensi angkutan parcel, semen dan peti kemas.

Beberapa potensi aset di Daop 4 Semarang meliputi Lapangan Pancasila Tegal, Pasar Alun-alun Tegal, Gedung SCS Tegal, eks Dipo Pekalongan, Pasar Sayun Pekalongan, Pengapon Semarang, Ronggowarsito (Pulau Laut) Semarang, Tawangsari Semarang, eks SPBU Imam Bonjol Semarang, kawasan Jl Veteran – Jl Gergaji Semarang, Srondol Semarang, Gedawang Semarang, Brumbung Demak, eks Stasiun Kudus.

Potensi Angkutan Barang Wilayah Daop 5 Purwokerto berada di Stasiun Kretek potensi angkutan semen, Stasiun Purwokerto potensi angkutan parcel dan semen, Satsiun Notog potensi angkutan parcel dan semen, Stasiun Randegan potensi angkutan parcel, semen, container, Stasiun Maos potensi angkutan BBM dan batu/pasir, Stasiun Cilacap potensi angkutan parcel, semen, peti kemas dan BBM, Stasiun Sidareja, Stasiun Gombong, Stasiun Kebumen dan Stasiun Kutoarjo dengan potensi angkutan Parcel.

Sementara aset potensial Daop 5 Purwokerto meliputi rumah perusahaan di Jl Jend. Sudirman Purwokerto, rumah perusahaan di Jl Kober Purwokerto, Lapangan Porka TV, Lapangan Stasiun Purworejo, Wisma Wonosobo, Lapangan Stasiun Gomilir Cilacap, Lahan antara Stasiun Tambak-Stasiun Ijo Bumiayu.

Rein Gazalba selaku CDD of Freight Marketing and Sales memaparkan tentang keuntungan menggunakan angkutan barang. (Foto: TomoSu)

Potensi angkutan barang wilayah Daop 6 Yogyakarta meliputi Stasiun Brambanan potensi angkutan semen dan peti kemas, Stasiun Rewulu potensi angkutan BBM dan Stasiun Patukan potensi angkutan parcel, semen, peti kemas dan BBM.

Aset potensial di wilayah Daop 6 Yogyakarta meliputi Kedungsari Magelang, Kebon Pala Magelang, bekas Terminal Muntilan Magelang, rumah perusahaan Jl. Babarsari Yogyakarta, rumah perusahaan Jl Kusbini Yogyakarta, Stasiun Klaten, Stasiun Solo Balapan, dan rumah perusahaan Sragen.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed