Headline.co.id, Nagan Raya ~ Headline.co.id, Suka Makmue, Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan meminta aparatur di 222 gampong mengelola dana desa secara transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan perundang-undangan. Ia juga mengimbau para keuchik atau kepala desa agar proaktif berkonsultasi apabila menghadapi kendala administratif atau ketidakpastian dalam penggunaan anggaran. Penegasan itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Pengawasan Keuangan Desa bagi Aparatur Gampong Tahun 2026 di Anjungan Pendopo Bupati Nagan Raya, Provinsi Aceh, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Inspektorat Kabupaten Nagan Raya tersebut ditujukan untuk mencegah penyimpangan anggaran dan memastikan dana desa memberi manfaat bagi masyarakat.
Pengelolaan Dana Desa Harus Tertib
Teuku Raja Keumangan mengatakan dana desa merupakan amanah masyarakat. Karena itu, anggaran tersebut harus digunakan secara bertanggung jawab untuk mendukung pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat gampong.
“Setiap penggunaan anggaran harus didukung administrasi yang tertib dan mematuhi ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, pengelolaan keuangan gampong tidak boleh hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Aparatur juga harus memperhatikan ketepatan penggunaan dana, kelengkapan administrasi, dan pertanggungjawaban sesuai aturan.
Seluruh aparatur gampong diminta memahami mekanisme pengelolaan dan pengawasan keuangan. Pemahaman tersebut diperlukan agar pelaksanaan program pembangunan berlangsung tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bupati Nagan Raya juga mengingatkan para keuchik untuk tidak ragu meminta arahan kepada instansi terkait. Konsultasi dinilai penting ketika aparatur menghadapi kendala administratif maupun ketidakpastian dalam penggunaan dana desa.
“Kepada para keuchik agar proaktif berkonsultasi dengan instansi terkait apabila menghadapi kendala atau ketidakpastian dalam pengelolaan keuangan gampong,” imbaunya.
Instansi Tempat Konsultasi Keuangan Gampong
Instansi yang dapat menjadi tempat konsultasi meliputi Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Gampong, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMGP4), Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), serta Inspektorat Kabupaten Nagan Raya.
Teuku Raja Keumangan menyebut konsultasi dan koordinasi perlu dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan kesalahan dalam pengelolaan keuangan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan gampong.
Dengan demikian, aparatur gampong tidak hanya dituntut menjalankan program dan menyerap anggaran, tetapi juga memastikan seluruh proses administrasi serta penggunaan dana berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sosialisasi Diikuti 444 Peserta
Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kabupaten Nagan Raya Jasman menjelaskan, sosialisasi pengawasan keuangan desa berlangsung selama dua hari. Kegiatan itu melibatkan 444 peserta yang berasal dari 222 gampong.
“Pada hari pertama, kegiatan diikuti para keuchik, sedangkan hari kedua diperuntukkan bagi sekretaris gampong,” ujar Jasman.
Ia mengatakan materi sosialisasi disusun untuk meningkatkan pemahaman aparatur mengenai ketentuan pengelolaan keuangan desa. Materi tersebut juga diarahkan untuk mencegah terjadinya pelanggaran dalam pelaksanaan anggaran.
“Materi sosialisasi meliputi pencegahan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana desa, pemanfaatan dana desa, kewajiban perpajakan, pengawasan keuangan desa, serta tata cara penyusunan dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) yang baik dan benar,” jelasnya.
Melalui kegiatan itu, aparatur dari 222 gampong mendapatkan pemahaman mengenai pengawasan, pemanfaatan, serta pertanggungjawaban keuangan desa. Penguatan pemahaman tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan dana desa yang tertib dan sesuai aturan di Kabupaten Nagan Raya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















