Headline.co.id, Jakarta ~ Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat memimpin Upacara Purna Tugas Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 Minusca di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/10/2026). Upacara tersebut digelar untuk menyambut kepulangan personel setelah menyelesaikan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama satu tahun di Bangui, Republik Afrika Tengah. Dalam kegiatan itu, para personel juga menerima tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana dan Veteran Perdamaian Republik Indonesia sebagai penghargaan atas pengabdian mereka dalam misi perdamaian internasional.
Upacara purna tugas Satgas FPU 7 Minusca berlangsung tertib dan khidmat. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian penyambutan bagi para personel yang telah menuntaskan penugasan di bawah naungan PBB dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin turut menghadiri upacara sebagai bentuk dukungan terhadap pengabdian personel Polri dalam menjalankan misi perdamaian internasional.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Wakapolri Apresiasi Pengabdian Satgas FPU 7
Dalam amanatnya, Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat menyampaikan bahwa keberhasilan para personel menyelesaikan penugasan dan kembali dengan selamat merupakan kebanggaan bagi institusi Polri sekaligus bangsa Indonesia.
Ia mengapresiasi dedikasi, kedisiplinan, serta kepedulian para personel terhadap nilai-nilai kemanusiaan selama menjalankan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Bangui, Republik Afrika Tengah.
“Melalui kerja keras, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia, rekan-rekan telah mengharumkan nama Polri, bangsa, dan negara di kancah internasional sekaligus menunjukkan dedikasi Indonesia dalam mendukung misi perdamaian dunia,” ujar Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat.
Menurut Wakapolri, pengabdian Satgas FPU 7 Minusca tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga menunjukkan kontribusi Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia melalui kerja sama internasional.
Kepulangan Bukan Akhir Pengabdian
Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat berpesan agar kepulangan para personel tidak dipandang sebagai akhir dari pengabdian. Ia menyebut, berakhirnya misi di Republik Afrika Tengah menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk melanjutkan tugas kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Ini menjadi pengingat bahwa keikutsertaan Polri dalam misi PBB bukan sekadar penugasan, tetapi merupakan wujud nyata dari upaya menolong sesama dan membawa ketenangan di tengah keterbatasan dalam situasi konflik,” tutur Wakapolri.
Ia kemudian menyampaikan kebanggaan Polri dan Indonesia terhadap para personel yang telah menyelesaikan misi tersebut.
“Polri bangga memiliki kalian. Indonesia bangga memiliki kalian,” sambungnya.
Penghargaan bagi Personel Misi Perdamaian
Upacara purna tugas dan penganugerahan tanda kehormatan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para personel Satgas FPU 7 Minusca. Pemberian Satyalancana Bhakti Buana dan Veteran Perdamaian Republik Indonesia juga menandai pengakuan atas pengabdian mereka selama menjalankan tugas di bawah naungan PBB.
Kegiatan itu sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya peran Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia. Melalui penugasan tersebut, personel Polri menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di tengah situasi konflik dengan membawa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan berakhirnya penugasan, seluruh personel diharapkan dapat membawa pengalaman dan nilai-nilai positif dari misi internasional untuk memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian. Pengalaman tersebut juga diharapkan mendukung pengabdian terbaik mereka bagi masyarakat Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















