Headline.co.id, Sleman ~ Fakultas Ilmu Tanah Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HIMITA) dan Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening Sleman menggelar aksi konservasi lahan di Sendang Kali Lemusur, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk menghadapi ancaman kekeringan dan risiko erosi di kawasan perbukitan. Konservasi lahan Panggang itu menggabungkan penanaman pohon beringin dan pemanfaatan air hujan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga debit mata air serta menyediakan sumber air alternatif bagi warga saat musim kemarau.
Aksi konservasi melibatkan Fakultas Ilmu Tanah UPN Veteran Yogyakarta melalui HIMITA dan SAH Banyu Bening Sleman. Selain menanam pohon, kegiatan tersebut juga diisi edukasi tata kelola air hujan bagi masyarakat Dusun Pacar II.
Dua pendekatan itu dipilih karena kondisi kawasan menghadapi persoalan erosi dan kekeringan. Penanaman beringin diarahkan untuk memperkuat struktur tanah di lahan miring, sedangkan pengelolaan air hujan ditujukan agar curah hujan tidak terbuang sebagai limpasan permukaan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bibit Beringin Ditanam di Kawasan Mata Air
Tim gabungan menanam bibit pohon beringin dengan tinggi sekitar satu hingga satu setengah meter. Penanaman dilakukan untuk mengamankan debit mata air sendang dalam jangka panjang.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada musim kemarau. Karena itu, Ketua HIMITA Bima Wirayuda Wijaya menerapkan sistem penyiraman infus untuk menjaga kelangsungan hidup bibit beringin yang baru ditanam.
Sistem tersebut digunakan sebagai upaya menyiasati keterbatasan air selama musim kemarau. Dengan penyiraman infus, bibit tetap memperoleh pasokan air setelah ditanam di kawasan konservasi.
Dosen Ilmu Tanah UPN Veteran Yogyakarta, Dyah Arbiwati, menjelaskan alasan pemilihan pohon beringin. Tanaman dari famili Ficus tersebut dikenal mampu mengikat struktur tanah miring dan memiliki daya resap air yang tinggi.
Karakteristik itu membuat pohon beringin dinilai efektif untuk membantu menangkal risiko longsor. Penanaman vegetasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar Sendang Kali Lemusur.
Warga Didorong Membuat Kolam Air Hujan
Selain penanaman pohon, masyarakat Dusun Pacar II mendapatkan literasi mengenai tata kelola air hujan dari Kepala SAH Banyu Bening, Kamaludin.
Dalam edukasi tersebut, warga didorong agar tidak membiarkan air hujan terbuang sebagai limpasan permukaan. Limpasan air dapat merusak kontur tanah, terutama di kawasan perbukitan yang memiliki lahan miring.
Sebagai gantinya, warga didorong membangun kolam penampungan air hujan secara mandiri. Kolam tersebut diharapkan dibuat secara higienis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif.
Air yang tertampung nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perkebunan dan peternakan ketika musim kemarau tiba. Dengan demikian, pemanfaatan air hujan tidak hanya berfungsi mengurangi limpasan, tetapi juga membantu menyediakan cadangan air bagi kegiatan warga.
Pendekatan ini melengkapi fungsi pohon beringin dalam konservasi lahan. Jika akar beringin diarahkan untuk membantu mengikat tanah dan meningkatkan resapan air, kolam penampungan berperan menyimpan air hujan untuk digunakan pada periode kering.
Perangkat Dusun Berharap Diterapkan Warga
Inisiatif yang menggabungkan penanaman beringin dan pengelolaan air hujan tersebut mendapat sambutan dari Kepala Dukuh Pacar II, Suparman.
Suparman berharap pengetahuan yang disampaikan dalam kegiatan itu segera diterapkan oleh seluruh warga. Penerapan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mempertahankan sumber mata air di wilayah mereka.
Kegiatan konservasi lahan di Sendang Kali Lemusur tidak hanya berfokus pada penanaman vegetasi, tetapi juga mendorong perubahan cara masyarakat mengelola air hujan. Edukasi kepada warga menjadi bagian penting agar upaya konservasi dapat berlanjut setelah kegiatan penanaman selesai.
Kolaborasi UPN Veteran Yogyakarta, HIMITA, SAH Banyu Bening Sleman, dan masyarakat Dusun Pacar II itu menempatkan perlindungan lahan miring dan ketersediaan air sebagai satu kesatuan. Penanaman pohon beringin dan pembangunan kolam air hujan menjadi dua langkah yang ditawarkan untuk menghadapi erosi serta kekeringan di kawasan Panggang, Gunungkidul.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















