Headline.co.id, Gresik ~ Sebanyak 405 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Gresik mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tahun ajaran 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gresik karena mampu memenuhi kuota peserta didik melalui penjangkauan aktif terhadap keluarga miskin. Apresiasi itu disampaikan saat Saifullah mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan agar akses pendidikan tepat sasaran sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Sekolah Rakyat Gresik Rekrut Siswa Tanpa Titipan
Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan, penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat dilakukan melalui proses penjangkauan terhadap keluarga miskin. Mekanisme itu, kata dia, tidak membuka ruang bagi praktik titipan maupun percaloan.
“Tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, atau kepala desa,” tegas Gus Ipul.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menyebut keberhasilan Pemkab Gresik memenuhi kuota patut diapresiasi karena pembangunan kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi masih dalam tahap penyelesaian. Meski demikian, sekolah tersebut telah dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan.
“Terima kasih kepada Bupati Gresik. Meskipun pembangunan SRT belum rampung sepenuhnya, sekolah sudah dapat dimanfaatkan dan mampu memenuhi kuota peserta didik di setiap jenjang,” ujar Gus Ipul.
Sebanyak 405 siswa yang mengikuti MPLS berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Di peserta tersebut terdapat siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) serta peserta didik dari Kabupaten Lamongan.
MPLS Kenalkan Sistem Belajar dan Kehidupan Berasrama
Sebelum mengikuti proses belajar mengajar secara penuh, seluruh siswa diwajibkan mengikuti MPLS. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta pola kehidupan di sekolah berasrama.
Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat tahun ini juga diperkuat melalui Program Taruna Bhakti. Program tersebut melibatkan lebih dari 1.000 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol).
Sebanyak lima taruna ditempatkan di setiap Sekolah Rakyat selama lima hari untuk mendampingi peserta didik. Pendampingan itu diarahkan untuk membangun karakter dan melatih kemandirian siswa.
“Program Taruna Bhakti bertujuan membangun fondasi karakter, melatih kemandirian, serta menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah,” jelas Gus Ipul.
Program Prioritas untuk Keluarga Miskin
Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program itu mulai dijalankan pada 2025 melalui sekolah rintisan di 166 lokasi dengan sekitar 15 ribu peserta didik dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Sekarang, anak-anak yang dahulu putus harapan, Sekolah Rakyat hadir untuk menjawab harapan mereka dalam meraih impian dan cita-cita,” kata Gus Ipul.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, Sekolah Rakyat menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, khususnya kelompok miskin ekstrem.
“Sekolah Rakyat ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung, termasuk keluarga miskin ekstrem, untuk belajar dan memiliki peluang menjadi orang sukses di masa depan. Ini merupakan mandat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
SRT Gresik Berdiri di Lahan 6,5 Hektare
Menurut Fandi, beroperasinya gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
“Alhamdulillah, saat ini terdapat 405 siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Melalui sekolah berasrama gratis ini, kami ingin melahirkan generasi unggul yang berkarakter kuat dengan memadukan kurikulum nasional dan nilai-nilai religius sebagai bekal menghadapi masa depan,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial dan Bupati Gresik meninjau berbagai fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Keduanya juga berdialog langsung dengan para siswa.
Kunjungan itu turut didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, Kepala Sekolah SRT I Rangga Pratama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Melalui operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan berkualitas. Akses tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















