Headline.co.id, Morowali ~ Kepolisian mengevakuasi 75 tenaga kerja asing (TKA) ke Polda Sulawesi Tengah pada Senin (5/10/2026) untuk menjalani pemeriksaan terkait bentrokan warga dan pihak PT Astima Konstruksi (Askon) di Desa Matarape, Kabupaten Morowali. Polisi mengevakuasi 75 TKA tersebut untuk mengamankan mereka sekaligus mendalami penyebab konflik masyarakat dan perusahaan. Ke-75 TKA kini masih berstatus sebagai saksi dan menjalani pendataan bersama pihak Imigrasi. Bentrokan yang terjadi pada Jumat (2/10/2026) itu menyebabkan enam orang terluka.
75 TKA Dibawa ke Polda Sulteng
Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini mengatakan, seluruh TKA yang dievakuasi telah dibawa ke Polda Sulawesi Tengah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan guna mendalami rangkaian peristiwa serta penyebab konflik warga dan perusahaan.
“Kami telah mengevakuasi dan mengamankan 75 WNA. Saat ini telah dibawa ke Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan mendalam terkait penyebab konflik perusahaan dan warga,” ujar Reza di Morowali, Senin (5/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain pemeriksaan oleh kepolisian, ke-75 TKA tersebut juga menjalani pendataan bersama pihak Imigrasi. Reza menegaskan, mereka belum ditetapkan sebagai pihak yang terlibat sebagai pelaku dan masih berstatus saksi dalam penanganan perkara.
Kronologi Bentrokan di Desa Matarape
Bentrokan warga dan pihak PT Astima Konstruksi terjadi di Desa Matarape, Kecamatan Sambori Kepulauan, pada Jumat (2/10/2026). Kericuhan tersebut dipicu aksi protes warga terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas perusahaan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah debu akibat kegiatan pengangkutan material di sekitar permukiman. Protes tersebut kemudian berujung pada bentrokan yang melibatkan warga dan pihak perusahaan.
Akibat bentrokan, enam orang mengalami luka akibat senjata tajam. Korban terdiri atas lima warga setempat dan satu warga negara asing.
“Untuk perkembangan korban luka yaitu lima dari warga terkena benda tajam, rata-rata kena sabetan di kaki dan tangan, dan satu dari warga negara asing,” kata Reza.
Lima Mobil dan Lima Ekskavator Rusak
Selain menimbulkan korban luka, bentrokan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah aset perusahaan. Sebanyak lima mobil operasional mengalami kerusakan dalam insiden itu.
Massa juga membakar lima alat berat jenis ekskavator milik perusahaan. Polisi kemudian mengambil langkah pengamanan untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan di Desa Matarape.
Personel gabungan disiagakan di lokasi untuk mengamankan dan memantau situasi. Mereka berasal dari Polres Morowali, Polres Konawe Utara, serta unsur Brimob.
Polisi Minta Warga dan Perusahaan Menahan Diri
Kapolres Morowali mengimbau masyarakat dan pihak perusahaan menahan diri serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Polisi juga meminta semua pihak tidak mudah terprovokasi dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami meminta masyarakat menahan diri, jangan mudah terpancing provokasi dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang merugikan serta melanggar hukum,” ujar Reza.
Evakuasi 75 TKA ke Polda Sulawesi Tengah dan penempatan personel gabungan di lokasi dilakukan ketika polisi masih mendalami penyebab bentrokan warga dan PT Astima Konstruksi. Hingga saat ini, para TKA masih diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















