Headline.co.id, Palangka Raya ~ Polda Kalimantan Tengah menyiapkan 1.607 jeriken cairan X-Fire untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Hingga 1 Oktober 2026, produksi cairan itu dilakukan di Palangka Raya oleh 32 personel gabungan dari unsur Rolog, Sabhara, dan Brimob. Cairan X-Fire diproduksi untuk membantu mempercepat pemadaman, terutama pada lahan gambut, dengan distribusi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Produksi X-Fire dilakukan secara berkelanjutan dengan kapasitas 80 hingga 150 jeriken per hari. Jumlah produksi menyesuaikan ketersediaan bahan baku dan kebutuhan penanganan karhutla. Karolog Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Elijas Hendrajana, mengatakan langkah tersebut merupakan dukungan Polda Kalteng bersama Staf Logistik Polri (Slog Polri) dalam memperkuat penanganan karhutla.
Produksi X-Fire Melibatkan 32 Personel
“Produksi X-Fire ini merupakan bentuk dukungan Polda Kalteng bersama Slog Polri dalam memperkuat upaya penanganan karhutla secara efektif,” kata Elijas, seperti dilansir dari kalteng.antaranews, Minggu (4/10/26).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, hingga 1 Oktober 2026, Polda Kalteng telah memproduksi sebanyak 1.607 jeriken X-Fire. Setiap jeriken memiliki kapasitas 20 liter.
“Hingga 1 Oktober 2026, kami telah memproduksi sebanyak 1.607 jeriken,” ujar Elijas.
Cairan X-Fire merupakan formula khusus hasil inovasi Staf Logistik Polri. Cairan tersebut digunakan untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran, terutama kebakaran yang terjadi pada lahan gambut.
Produksi cairan dilakukan oleh 32 personel gabungan dari unsur Rolog, Sabhara, dan Brimob. Pelaksanaan produksi itu berdasarkan Surat Perintah Kapolda Kalteng.
Bahan baku X-Fire diperoleh dari Slog Polri serta Rolog Polda Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Setelah diproduksi, cairan tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Distribusi Disesuaikan Kebutuhan Wilayah
Polda Kalteng akan mendistribusikan X-Fire sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Prioritasnya adalah daerah yang membutuhkan dukungan logistik untuk pemadaman dan pendinginan lahan.
Penyesuaian distribusi dilakukan agar cairan yang telah diproduksi dapat digunakan di lokasi yang memerlukan dukungan dalam penanganan karhutla. Penggunaan X-Fire dilakukan oleh personel penanganan karhutla sesuai kebutuhan dan prosedur operasional.
Dalam penggunaannya, X-Fire dicampurkan dengan air menggunakan perbandingan 1:300. Artinya, satu liter cairan X-Fire dicampurkan dengan 300 liter air.
Perbandingan tersebut menjadi bagian dari tata cara penggunaan cairan X-Fire dalam mendukung proses pemadaman dan pendinginan lahan. Penerapannya tetap dilakukan oleh personel penanganan karhutla berdasarkan kebutuhan di lapangan serta prosedur operasional yang berlaku.
Dukungan Penanganan Karhutla di Kalteng
Elijas menegaskan, produksi X-Fire merupakan bentuk dukungan Polda Kalimantan Tengah bersama Slog Polri terhadap upaya penanganan karhutla. Produksi dilakukan terus-menerus dengan jumlah harian yang bergantung pada ketersediaan bahan dan kebutuhan penanganan kebakaran.
“Dengan kapasitas masing-masing 20 liter,” kata Elijas ketika menjelaskan kapasitas setiap jeriken X-Fire.
Ia kembali menegaskan, “Produksi X-Fire ini merupakan bentuk dukungan Polda Kalteng bersama Slog Polri.”
Dengan total produksi 1.607 jeriken hingga 1 Oktober 2026, cairan X-Fire tersebut disiapkan sebagai dukungan logistik untuk penanganan karhutla di kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Penggunaannya mencakup kebutuhan pemadaman serta pendinginan lahan, terutama di wilayah yang memerlukan dukungan tambahan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















