Headline.co.id, Bandung ~ PERSIB U18 bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang U18 pada game kedua babak pendahuluan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Minggu, 4 Oktober 2026. Persib U18 sempat unggul melalui gol Razlya Putra Setiawan dan gol bunuh diri Faris Dirga Atmaja. Namun, PSIS Semarang U18 mampu menyamakan kedudukan lewat dua gol M. Rofiq Januar pada menit ke-83 dan ke-88. Hasil tersebut terjadi setelah Persib U18 kehilangan konsentrasi pada menit-menit akhir pertandingan.
Persib U18 Unggul Lebih Dulu
Persib U18 membuka keunggulan pada menit ke-65 melalui Razlya Putra Setiawan. Tim berjuluk Maung Ngora itu kemudian mendapat tambahan gol pada menit ke-76 setelah pemain PSIS Semarang U18, Faris Dirga Atmaja, mencetak gol bunuh diri.
Keunggulan 2-0 tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. PSIS Semarang U18 memperkecil ketertinggalan lewat M. Rofiq Januar dari titik penalti pada menit ke-83.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Lima menit berselang, Rofiq kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya pada menit ke-88 memastikan PSIS U18 membawa pulang hasil imbang 2-2 dari pertandingan di Stadion Arcamanik.
Pelatih Persib U18, Tito Agung Setiawan, menyayangkan kegagalan timnya mempertahankan keunggulan. Ia menilai daya konsentrasi pemain tidak terjaga sampai laga selesai.
“Memang sempat unggul, cuma di menit-menit akhir kami hilang fokus yang akhirnya harus berbagi poin. Sangat disayangkan dan akan jadi catatan bagi kami, tapi lepas dari itu, tim sebenarnya mengalami progress,” kata Tito setelah pertandingan.
Persib U18 Rotasi Komposisi Pemain
Pada pertandingan tersebut, Persib U18 menurunkan komposisi starter yang nyaris berbeda dibandingkan laga sebelumnya. Dari 11 pemain awal, hanya Maulana Malik Ibrahim yang tetap masuk dalam susunan starter.
Tito menjelaskan, perubahan komposisi dilakukan karena kompetisi berlangsung panjang. Persib juga perlu menyiapkan dua tim yang dapat tampil pada pertandingan Sabtu dan Minggu.
“Ini kompetisi yang panjang dan harus bisa menghasilkan dua tim untuk bermain di hari Sabtu dan Minggu. Kami juga ingin memberi pemain kesempatan agar mereka bisa berprogress di setiap pekannya,” jelas Tito.
Menurut Tito, kesempatan bermain yang diberikan kepada para pemain menjadi bagian dari proses perkembangan tim. Ia menilai adaptasi pemain berlangsung cukup cepat meski komposisi starter mengalami banyak perubahan.
“Saya optimistis, semua pemain akan berkembang. Sudah terlihat adaptasi yang cukup cepat dan ini yang membuat mereka berprogres,” tambahnya.
Hasil imbang melawan PSIS U18 menjadi catatan bagi Persib U18, terutama terkait kemampuan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Persib sebelumnya memiliki keunggulan dua gol, tetapi harus berbagi poin setelah kebobolan dua kali pada delapan menit terakhir waktu normal.
Persib U18 Bersiap Hadapi Garuda United
Setelah menghadapi PSIS Semarang U18, Persib U18 dijadwalkan menjalani laga tandang melawan Garuda United. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Universitas Sebelas Maret, Solo, pada 10-11 Oktober 2026.
Tito mengatakan, timnya akan mempersiapkan permainan yang lebih baik untuk menghadapi dua laga tersebut. Persib U18 akan mematangkan pola permainan dengan mengombinasikan umpan-umpan pendek cepat dan umpan langsung.
Selain itu, kemampuan individu pemain juga akan diasah, khususnya ketika melakukan penetrasi ke area pertahanan lawan.
“Kami akan matangkan permainan umpan-umpan pendek cepat yang dikombinasikan dengan umpan direct, juga mengasah kemampuan individu pemain ketika melakukan penetrasi ke daerah lawan,” tutupnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






