Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyiapkan kerja sama pasokan antardaerah untuk menjaga ketersediaan hortikultura ketika produksi lokal menurun. Strategi tersebut disiapkan pada Jumat (2/10/2026) di Kabupaten Lumajang dengan mendatangkan komoditas dari daerah yang mengalami surplus. Langkah ini ditempuh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi gejolak harga akibat berkurangnya pasokan. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi produksi, kebutuhan pasar, dan koordinasi bersama daerah penghasil.
Kerja sama antardaerah menjadi salah satu opsi yang disiapkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang. Melalui skema itu, komoditas hortikultura dapat dipasok dari wilayah lain apabila kebutuhan di Lumajang tidak mencukupi dari hasil produksi lokal.
Kepala Bidang Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan pengambilan pasokan dari daerah surplus dapat membantu menjaga ketersediaan komoditas. Menurut dia, strategi tersebut juga dapat digunakan untuk menekan kemungkinan gejolak harga yang muncul ketika jumlah komoditas di pasar berkurang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kalau ada daerah yang surplus, kita bisa mengambil pasokan dari daerah tersebut untuk memenuhi kebutuhan. Ini salah satu upaya untuk menjaga pasokan dan menekan gejolak harga,” kata Hendra di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Jumat (2/10/2026).
Produksi Hortikultura Antarwilayah Berbeda
Hendra menjelaskan, kondisi produksi hortikultura tidak selalu sama satu daerah dan daerah lainnya. Perbedaan itu dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kondisi cuaca, ketersediaan air, karakteristik lahan, serta masa panen.
Perbedaan kondisi tersebut membuat suatu wilayah dapat mengalami tekanan produksi ketika daerah lain justru memiliki persediaan lebih besar. Karena itu, pasokan dari wilayah surplus dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan Lumajang ketika produksi komoditas tertentu sedang menurun.
Skema tersebut dapat diterapkan pada komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat, termasuk cabai dan produk hortikultura lainnya. Namun, DKPP Lumajang tidak menyatakan bahwa pasokan dari daerah lain akan dilakukan setiap kali terjadi penurunan produksi lokal.
Pasokan Disesuaikan Kebutuhan dan Ketersediaan
Hendra menegaskan, kerja sama antardaerah hanya menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan sesuai situasi produksi dan kebutuhan komoditas. Pengambilan pasokan dari wilayah lain harus mempertimbangkan ketersediaan komoditas di daerah penghasil, kebutuhan pasar di Lumajang, serta koordinasi dengan wilayah yang akan memasok.
Dengan pertimbangan tersebut, penurunan produksi lokal tidak secara otomatis diikuti dengan pemasokan dari daerah lain. Keputusan untuk mendatangkan komoditas tetap bergantung pada kondisi di lapangan dan kesesuaian pasokan yang tersedia dengan kebutuhan masyarakat.
DKPP Kabupaten Lumajang menilai penguatan pasokan diperlukan untuk menjaga keseimbangan ketersediaan komoditas dan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut menjadi penting karena perubahan cuaca, ketersediaan air, karakteristik lahan, dan masa panen dapat memengaruhi hasil hortikultura di masing-masing wilayah.
Produksi Petani dan Distribusi Diperkuat
Selain menyiapkan kerja sama pasokan antardaerah, DKPP Lumajang tetap menempatkan penguatan produksi di tingkat petani sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan hortikultura. Produksi lokal tetap menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama ketersediaannya mencukupi.
Koordinasi distribusi juga dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga pasokan ketika kondisi produksi antarwilayah berbeda. Dengan koordinasi tersebut, wilayah yang mengalami kekurangan dapat memiliki alternatif pasokan dari daerah yang sedang mengalami surplus.
Strategi penguatan produksi, distribusi, dan kerja sama antardaerah diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan hortikultura di Lumajang. Pelaksanaan setiap langkah tetap akan mempertimbangkan perkembangan produksi serta kebutuhan komoditas di pasar.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















