Headline.co.id, Garut ~ Polisi mengambil sampel DNA dari 13 anggota keluarga penumpang Kapal Virgo 8 untuk mempercepat identifikasi korban tenggelamnya kapal tersebut di perairan Laut Jawa. Pengambilan sampel dilakukan jajaran Dokkes Polres Garut pada Kamis, 17 September 2026, di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Langkah ini dilakukan karena sebagian penumpang masih dalam pencarian dan identitas korban perlu dipastikan melalui pemeriksaan ilmiah. Sampel dikumpulkan menggunakan metode buccal swab, yakni usapan pada bagian dalam rongga mulut.
Kepolisian Daerah Jawa Barat mengumpulkan data ante mortem dan sampel DNA keluarga penumpang Kapal Virgo 8 sebagai bagian dari proses identifikasi. Data tersebut akan digunakan sebagai pembanding untuk mencocokkan identitas korban yang ditemukan dalam proses pencarian dan evakuasi.
Polisi Ambil Sampel DNA di Kabupaten Garut
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan pengambilan data ante mortem dan sampel DNA menjadi bagian penting dalam proses identifikasi korban, terutama bagi penumpang yang masih dinyatakan hilang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Betul, jajaran Dokkes Polres Garut telah turun langsung ke Karangpawitan untuk mengambil sampel DNA dan data ante mortem dari pihak keluarga penumpang Kapal Virgo 8. Ini merupakan upaya percepatan dari kepolisian untuk proses identifikasi korban,” kata Hendra di Bandung, Kamis (17/9/2026).
Pengambilan sampel dilakukan oleh jajaran Dokkes Polres Garut di kediaman keluarga penumpang yang berada di Kampung Panyingkiran. Proses tersebut dipimpin langsung oleh Kasidokkes Polres Garut.
Menurut Hendra, seluruh proses pengambilan data dan sampel berjalan lancar. Keluarga penumpang juga disebut kooperatif selama petugas melakukan pendataan dan pengambilan sampel DNA.
“Pengambilan data dan sampel DNA langsung dipimpin oleh Kasidokkes Polres Garut. Semuanya berjalan lancar dan keluarga korban sangat kooperatif selama proses berlangsung,” ujarnya.
Dua Keluarga Korban Meninggal, 11 Masih Dicari
Dari 13 anggota keluarga yang memberikan sampel DNA, dua orang merupakan keluarga penumpang yang telah dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 11 anggota keluarga lainnya merupakan keluarga penumpang yang masih dalam pencarian.
Perbedaan status tersebut membuat data pembanding dari keluarga diperlukan dalam proses identifikasi. Sampel DNA yang diambil dari bagian dalam rongga mulut akan digunakan untuk membantu pencocokan apabila korban ditemukan dalam pencarian dan evakuasi.
Selain sampel DNA, petugas juga mengumpulkan data ante mortem dari pihak keluarga. Data tersebut menjadi informasi pendukung bagi tim identifikasi untuk memperkuat pencocokan identitas korban.
Data Digunakan untuk Memastikan Identitas Korban
Polda Jabar menyatakan data ante mortem dan sampel DNA keluarga akan digunakan tim identifikasi sesuai prosedur pemeriksaan ilmiah. Dengan cara tersebut, identitas korban dapat dipastikan berdasarkan hasil pencocokan data yang tersedia.
Penggunaan sampel DNA sebagai pembanding ditujukan untuk membantu tim ketika menemukan korban dalam proses pencarian. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian identitas kepada keluarga penumpang.
Polda Jabar bersama tim terkait masih melanjutkan proses pencarian, penanganan, dan identifikasi korban Kapal Virgo 8. Pengumpulan data dari keluarga diharapkan dapat mempercepat kepastian identitas bagi korban maupun keluarga yang masih menunggu.




















