Headline.co.id, Jakarta ~ 9 September 2026 – Polres Metro Jakarta Barat mengambil langkah proaktif dengan mengerahkan kendaraan taktis armoured water cannon untuk menyiram jalan-jalan protokol di wilayahnya. Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi dampak penyebaran abu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penyiraman dilakukan untuk mencegah debu dan abu yang menempel di permukaan jalan agar tidak kembali beterbangan akibat aktivitas kendaraan dan hembusan angin.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, menjelaskan bahwa rute penyiraman dimulai dari Mako Polres Metro Jakarta Barat menuju Jalan Daan Mogot, Jalan Taman S. Parman, Jalan Tomang Raya, Jalan L. Slipi, dan kembali ke Jalan Tomang Raya. Penyiraman kemudian dilanjutkan ke Jalan Palmerah Utara sebelum akhirnya kembali ke Mako Polres Metro Jakarta Barat. “Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi dampak abu vulkanik ini,” ujar Nasriadi.
Selain penyiraman jalan, Polres Metro Jakarta Barat juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak abu vulkanik, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di luar rumah. Sebagai bagian dari upaya mitigasi, polisi bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat membagikan ribuan masker secara gratis kepada pengguna jalan di sejumlah ruas protokol. Pembagian masker ini dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Metropolitan Jakarta Barat yang telah menurunkan personel sejak pukul 06.00 WIB.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kasat Lantas Polres Metropolitan Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang, menyatakan bahwa pembagian masker difokuskan di 10 titik persimpangan yang padat kendaraan, seperti lampu merah Asemka, Relasi, Pesing, Jembatan Dua, Grogol, Slipi, Tomang, Cengkareng, Daan Mogot Baru, hingga Ring Road Kembangan. “Langkah ini kami lakukan untuk melindungi masyarakat dari paparan debu vulkanik,” kata Reza. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dan menggunakan perlindungan diri, terutama masker, saat beraktivitas di luar rumah selama abu vulkanik masih berpotensi mengganggu kualitas udara.




















