Headline.co.id, Jakarta ~ Banyak orang tua di Indonesia yang masih mengandalkan ramuan tradisional untuk mengatasi demam pada anak. Beberapa jenis daun seperti sambiloto, pegagan, dan sirih telah lama digunakan secara turun-temurun. Namun, penting untuk berhati-hati dalam penggunaannya karena belum semua tanaman herbal ini terbukti aman dan efektif secara medis.
Daun sambiloto dikenal memiliki kandungan andrographolide yang bersifat anti-inflamasi dan berpotensi sebagai antipiretik. Meskipun demikian, efektivitas dan keamanan sambiloto untuk menurunkan demam pada anak masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, dan diare. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk tidak memberikan rebusan atau ekstrak sambiloto dengan takaran sendiri.
Daun pegagan, atau Centella asiatica, juga sering digunakan untuk membantu meredakan demam dan mendukung daya tahan tubuh. Namun, bukti ilmiah mengenai efektivitasnya masih terbatas. Penggunaan daun ini pada anak sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan atas anjuran dokter, karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual dan gangguan pencernaan lainnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, daun sirih sering digunakan sebagai kompres untuk memberikan sensasi sejuk saat anak demam. Meskipun dapat membuat anak merasa lebih nyaman, belum ada bukti ilmiah yang cukup bahwa daun sirih dapat menurunkan suhu tubuh secara langsung. Oleh karena itu, daun sirih sebaiknya tidak dianggap sebagai obat penurun demam.
Selain itu, air rebusan daun kemangi dan daun jambu biji juga kadang digunakan secara tradisional. Kedua jenis daun ini mengandung senyawa antioksidan, tetapi belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk memastikan efektivitasnya sebagai penurun demam pada anak. Orang tua disarankan untuk tetap memberikan penanganan yang sesuai dengan anjuran dokter jika anak mengalami demam.




















