Headline.co.id, Mataram ~ SLEMAN – Tim PSS Sleman U15 berhasil meraih gelar juara Piala Soeratin DIY 2026 setelah mengalahkan Mataram Utama dengan skor telak 3-0. Pertandingan final yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Minggu siang (30/08/2026) ini menandai akhir perjalanan impresif skuad muda Super Elang Jawa di turnamen tersebut.
Dalam laga penentuan ini, PSS U15 tidak hanya menunjukkan dominasi skor, tetapi juga kematangan permainan. Tim asuhan Muhammad Nur Huda ini mengandalkan kolektivitas dan keberanian dalam menguasai permainan. Mereka juga cepat merespons saat kehilangan bola, yang menjadi kunci dalam mengendalikan jalannya pertandingan.
Sejak peluit awal dibunyikan, PSS U15 berusaha mengambil inisiatif dengan menjaga penguasaan bola dan membangun serangan secara terorganisasi. Ketika bola berpindah ke lawan, para pemain segera melakukan tekanan untuk memutus transisi Mataram Utama dan merebut kembali kendali permainan. Pendekatan ini membuat PSS tampil solid di setiap lini dan konsisten menciptakan ancaman ke pertahanan lawan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelatih Kepala PSS U15, Muhammad Nur Huda, mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan ini. “Yang pertama, kita bersyukur di partai final ini bisa memenangkan pertandingan. Tentunya kami senang dengan hasil ini,” ujarnya seusai penyerahan trofi juara. Menurut Huda, kemenangan ini merupakan hasil dari kemampuan para pemain menjalankan peran mereka sebagai sebuah tim, bukan hanya mengandalkan permainan individu.
Gol pertama PSS dicetak oleh Muwaafiq Junian Kusuma pada menit ke-17, yang memberikan momentum bagi tim untuk semakin percaya diri. Keunggulan PSS bertambah pada menit ke-33 melalui aksi solo run Arka Fajar Krisna, yang berhasil menambah gol kedua. Andrea Jaya Pratama kemudian menutup kemenangan dengan gol ketiga melalui tendangan bebas indah pada menit ke-39.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi penutup manis bagi perjalanan PSS U15 di Piala Soeratin DIY 2026, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam pembinaan generasi muda Super Elang Jawa. Konsistensi, kolektivitas, dan disiplin yang ditunjukkan para pemain sepanjang turnamen menjadi modal berharga bagi mereka dalam melangkah ke jenjang pembinaan berikutnya. Trofi ini menjadi simbol dari kerja keras dan dedikasi tim dalam mengarungi kompetisi.




















