Headline.co.id, Jakarta ~ Dolly Parton diketahui sempat dirawat di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, Nashville, Tennessee, beberapa hari sebelum meninggal dunia pada Selasa, 25 Agustus 2026, dalam usia 80 tahun. Fakta tersebut menjadi salah satu informasi penting di tengah tingginya pencarian what kind of cancer did dolly parton have setelah perwakilannya mengonfirmasi bahwa legenda musik country itu meninggal setelah perjuangan singkat melawan kanker. Parton disebut berada bersama orang-orang terdekatnya pada saat-saat terakhir kehidupannya, tetapi jenis kanker yang dideritanya belum diungkap kepada publik.
Informasi mengenai perawatan di Vanderbilt-Ingram Cancer Center sekaligus memperjelas kronologi terakhir Parton, meski belum menjawab pertanyaan what kind of cancer did dolly parton have. Seorang juru bicara mengatakan Parton masuk ke pusat kanker tersebut pada Jumat, hanya beberapa hari sebelum kabar kematiannya diumumkan oleh keluarga pada Selasa.
Hingga kini, jawaban pasti mengenai what kind of cancer did dolly parton have masih belum tersedia dalam keterangan yang disampaikan keluarga maupun perwakilannya. Mereka hanya memastikan Parton menjalani perjuangan singkat melawan kanker, tanpa menjelaskan jenis penyakit, stadium, metode pengobatan, maupun waktu ketika diagnosis pertama kali diterima.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dolly Parton Masuk Vanderbilt-Ingram Cancer Center pada Jumat
Kondisi kesehatan Dolly Parton menjadi perhatian setelah juru bicaranya mengungkap bahwa sang penyanyi telah dirawat di Vanderbilt-Ingram Cancer Center di Nashville sejak Jumat.
Tidak dijelaskan secara rinci prosedur medis atau perawatan apa yang dijalani Parton selama berada di fasilitas tersebut.
Beberapa hari kemudian, keluarga mengumumkan Parton meninggal dunia pada Selasa dalam usia 80 tahun.
Perwakilannya menyebut Parton meninggal setelah menjalani perjuangan singkat melawan kanker dan dikelilingi orang-orang yang dicintainya.
“Dolly Parton yang kami cintai menghabiskan hidup dan kariernya dengan membawa kegembiraan, tawa, harapan, dan integritas dalam segala hal yang disentuhnya,” demikian pernyataan yang disampaikan setelah kematiannya.
Keterangan tersebut menjadi konfirmasi bahwa kanker merupakan bagian dari kondisi kesehatan terakhir Parton.
Namun, pihak keluarga maupun juru bicara tidak memberikan rincian mengenai jenis kanker yang diderita penyanyi “Jolene” tersebut.
Diagnosis Kanker Dolly Parton Belum Diketahui Kapan Dimulai
Selain jenis kanker, waktu ketika Parton pertama kali menerima diagnosis juga belum jelas.
Sebelum kabar kematiannya muncul, kesehatan Parton telah menjadi perhatian publik selama beberapa bulan.
Ia sebelumnya menunda residensi pertunjukan di Las Vegas dengan alasan mengalami masalah kesehatan yang mengharuskannya menjalani perawatan lebih dekat dengan rumahnya di Tennessee.
Pada Mei 2026, residensi tersebut akhirnya dibatalkan.
Saat mengumumkan pembatalan, Parton menjelaskan dirinya menghadapi sejumlah masalah kesehatan, termasuk batu ginjal dalam jumlah besar serta gangguan pada sistem kekebalan dan pencernaan.
Keterangan itu tidak menyebut adanya diagnosis kanker.
Karena itu, berdasarkan informasi yang tersedia, belum dapat dipastikan apakah kanker telah terdeteksi ketika Parton membatalkan pertunjukannya atau baru diketahui setelahnya.
Riwayat Masalah Kesehatan Sebelum Dirawat
Parton sebelumnya mengakui sempat kurang memperhatikan kesehatannya sendiri ketika merawat suaminya, Carl Dean.
Dean meninggal pada Maret 2025 setelah menjalani kehidupan pernikahan bersama Parton selama hampir enam dekade.
Dalam pembaruan mengenai kesehatannya, Parton mengatakan dirinya menghadapi beberapa masalah yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan karena fokus merawat sang suami.
“Seperti yang sudah saya sampaikan melalui pesan video sepanjang tahun lalu, saya menghadapi beberapa masalah kesehatan yang tidak terlalu saya perhatikan ketika saya merawat Carl,” kata Parton kepada PEOPLE pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Meski menghadapi persoalan kesehatan, Parton tetap menunjukkan optimisme kepada para penggemarnya.
Dalam salah satu video sebelumnya, ia mengatakan masih memiliki keinginan untuk terus bekerja.
“Saya tidak berpikir Tuhan sudah selesai dengan saya dan saya belum selesai bekerja,” ujarnya.
Sempat Mengalami Pusing dan Dehidrasi
Kondisi kesehatan Parton kembali menjadi perhatian sekitar satu pekan sebelum kematiannya.
Ia tidak menghadiri penampilan yang telah dijadwalkan di Dollywood, taman hiburan yang dibangunnya di dekat kampung halaman di wilayah timur Tennessee.
Sebagai pengganti kehadirannya secara langsung, sebuah video Parton diputar untuk para pengunjung.
Dalam video tersebut, Parton mengatakan sedang mengalami pusing dan dehidrasi.
Dokter kemudian menyarankannya agar tidak melakukan perjalanan.
Peristiwa itu menjadi salah satu pembaruan kesehatan terakhir yang diketahui publik sebelum Parton masuk Vanderbilt-Ingram Cancer Center.
Namun, tidak terdapat informasi dalam bahan yang menyebut pusing maupun dehidrasi tersebut sebagai akibat langsung dari kanker.
Empat Hari Sebelum Meninggal Masih Berbicara tentang Masa Depan
Parton bahkan masih menyampaikan keinginannya untuk terus bekerja beberapa hari sebelum kematiannya.
Dalam keterangannya kepada PEOPLE pada Jumat, 21 Agustus 2026, Parton mengatakan dirinya masih menjalani proses pemulihan.
“Saya masih dalam proses penyembuhan, saya masih bekerja!” kata Parton.
Ia kemudian menjelaskan masih memiliki banyak hal yang ingin diwujudkan.
“Saya masih memiliki begitu banyak hal yang ingin saya capai, jadi saya akan terus bekerja selama saya bisa untuk melihat semuanya menjadi kenyataan,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan hanya empat hari sebelum Parton meninggal dunia.
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun sedang menghadapi persoalan kesehatan, Parton tetap berbicara mengenai pekerjaan dan berbagai rencana yang ingin diselesaikannya.
Keyakinan Menjadi Pegangan Dolly Parton Menghadapi Masa Sulit
Seorang sumber yang berbicara kepada PEOPLE mengatakan keyakinan Parton menjadi salah satu faktor yang membuatnya tetap optimistis menghadapi kondisi kesehatannya.
Parton tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dengan kehidupan keagamaan. Kakeknya diketahui merupakan seorang pendeta Pentakosta.
“Sejak Dolly Parton lahir, dia dikelilingi oleh iman, Tuhan, dan Yesus. Kakeknya adalah seorang pendeta,” kata sumber tersebut.
Menurut sumber itu, Parton melihat kehidupannya melalui keyakinan bahwa dirinya masih memiliki pekerjaan selama waktunya belum berakhir.
“Saya pikir dia menjalani setiap hari dengan bekerja dan selama Tuhan belum memanggilnya pulang, dia masih berada di sini dan masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan,” ujarnya.
Parton sendiri pernah menyampaikan pentingnya doa dalam kehidupannya.
“Saya berdoa setiap hari. Bagi saya, itu adalah keselamatan saya. Itu membantu saya melewati segalanya,” ujar Parton kepada PEOPLE pada 2020.
Jenis Kanker Dolly Parton Tidak Bisa Disimpulkan dari Riwayat Penyakitnya
Riwayat masalah kesehatan Parton sebelumnya tidak dapat digunakan untuk menentukan jenis kanker yang kemudian dideritanya.
Batu ginjal, gangguan sistem kekebalan tubuh, masalah pencernaan, pusing, dan dehidrasi memang pernah disebut dalam berbagai pembaruan kesehatan Parton.
Namun, tidak ada keterangan dari keluarga, perwakilan, maupun sumber yang diberikan yang menyatakan bahwa salah satu kondisi tersebut merupakan tanda dari kanker tertentu.
Karena itu, menghubungkan riwayat kesehatan Parton dengan jenis kanker tertentu tanpa konfirmasi medis berisiko menghasilkan informasi yang tidak akurat.
Fakta yang dapat dipastikan hanya bahwa perwakilannya menyatakan Parton meninggal setelah perjuangan singkat melawan kanker.
Kepergian Dolly Parton Memicu Gelombang Penghormatan
Kematian Parton memicu berbagai penghormatan dan ucapan belasungkawa.
Salah satunya datang dari mantan quarterback NFL Peyton Manning, yang memiliki hubungan dengan Tennessee seperti Parton.
“Hanya ada satu Dolly dan saya merasa beruntung pernah mengenalnya,” tulis Manning.
“Kami akan merindukanmu, Dolly. Tennessee tidak akan sama tanpanya,” lanjutnya.
Parton dan Manning sebelumnya pernah terlihat bersama dalam pertandingan University of Tennessee Volunteers pada November 2023.
Pada kesempatan tersebut, Parton membawakan lagu khas Tennessee, “Rocky Top”, di Neyland Stadium, Knoxville.
Dolly Parton Tinggalkan Karier Lebih dari Enam Dekade
Kepergian Parton mengakhiri perjalanan panjang salah satu figur paling dikenal dalam musik country Amerika.
Ia memulai karier rekaman sejak 1959 dan kemudian dikenal tidak hanya sebagai penyanyi, tetapi juga penulis lagu, aktris, pengusaha, filantropis, dan tokoh kemanusiaan.
Sepanjang kariernya, Parton mengumpulkan 11 Grammy Awards dan tiga Emmy Awards.
Ia juga menerima Jean Hersholt Humanitarian Award serta pernah memperoleh nominasi untuk enam Golden Globe Awards, Tony Award, dan dua Academy Awards.
Parton tetap aktif hingga usia lanjut dan terus mempertahankan pengaruhnya dalam industri hiburan.
Fakta Kematian Dolly Parton yang Sudah Dikonfirmasi
Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga dan perwakilannya, sejumlah fakta utama mengenai kematian Dolly Parton telah dapat dipastikan.
Parton meninggal pada Selasa, 25 Agustus 2026, dalam usia 80 tahun di Nashville, Tennessee. Ia telah dirawat di Vanderbilt-Ingram Cancer Center sejak Jumat dan kemudian disebut meninggal setelah perjuangan singkat melawan kanker.
Jenis kanker yang dideritanya belum diumumkan. Waktu diagnosis dan detail pengobatan yang dijalani Parton juga tidak disebutkan.
Karena itu, meskipun perawatan Parton di Vanderbilt-Ingram Cancer Center telah dikonfirmasi, informasi tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan jenis kanker tertentu.
Fakta yang paling dapat dipertanggungjawabkan saat ini adalah Dolly Parton menjalani perawatan di pusat kanker tersebut pada hari-hari terakhir kehidupannya dan meninggal setelah perjuangan singkat melawan kanker, sementara rincian diagnosisnya tetap tidak diungkap kepada publik.


















