Headline.co.id, Balikpapan ~ 25 Agustus 2026 – Tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim bergerak cepat menangani kebakaran lahan di Jalan Kimia Gang Swadaya No. 447, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan. Kebakaran yang terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 14.25 WITA ini berpotensi meluas dan mengancam vegetasi serta permukiman warga di sekitar kawasan tersebut.
Dipimpin oleh Bripka Zainal Arifin, personel Tim Respons Bencana segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Setibanya di lokasi, mereka langsung melakukan upaya pemadaman dan pelokalan titik api menggunakan peralatan yang tersedia. Bersama unsur pemadam gabungan dan masyarakat setempat, petugas bahu-membahu mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke kawasan permukiman maupun area lainnya.
Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya kecepatan dan kesiapsiagaan dalam penanganan kebakaran. “Respons cepat dalam penanganan kebakaran lahan merupakan bentuk kesiapsiagaan kami untuk melindungi keselamatan masyarakat dan lingkungan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Kombes Pol. Ronny Suseno.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Setelah melalui proses pemadaman yang intensif, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.35 WITA. Personel kemudian melaksanakan proses pendinginan guna memastikan tidak terdapat sisa bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala. Kegiatan ini melibatkan koordinasi dan kerja sama personel Brimob, unsur pemadam gabungan, serta masyarakat, yang menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas ke wilayah yang lebih berisiko.
Satbrimob Polda Kaltim mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi vegetasi kering. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk meminimalisir dampak kebakaran terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat.

















