Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama jajaran kementerian, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengadakan pertemuan hybrid untuk membahas penanganan dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara. Pertemuan ini menekankan pentingnya konsentrasi pada upaya penanganan yang dimulai dengan pendataan yang valid dan komprehensif.
Dalam breakfast meeting tersebut, Menag mengajak pejabat Eselon I, II, III, dan IV dari pusat dan daerah untuk berpartisipasi. Pertemuan ini juga dihadiri oleh para pemimpin Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.
Pendataan yang komprehensif di seluruh satuan kerja mencakup rumah ibadah, madrasah, sekolah keagamaan, KUA, dan pondok pesantren yang terdampak. Menag menekankan pentingnya klasifikasi data berdasarkan tingkat kerusakan, yaitu ringan, sedang, atau berat, yang dilengkapi dengan foto dan perkiraan anggaran yang diperlukan untuk renovasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain membahas gempa, rapat ini juga menyoroti upaya mengatasi dan mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Menag menilai perlunya tindak lanjut berupa Surat Edaran dari Kementerian Agama kepada Kantor Wilayah, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, hingga ke Madrasah dan KUA mengenai bahaya kebakaran hutan dan dampak asap terhadap kesehatan. Menag menekankan bahwa kelestarian lingkungan sangat terkait dengan program prioritas Kementerian Agama, yaitu Ekoteologi.















