Headline.co.id, Surabaya ~ Dalam upaya meningkatkan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang lebih tertib dan akuntabel, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Donny Ermawan Taufanto, menegaskan pentingnya komitmen kuat dalam pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pernyataan ini disampaikan saat memimpin Exit Meeting Satgas Penatausahaan Pemanfaatan BMN di Makodam V/Brawijaya, Surabaya, pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan BMN yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Dalam amanatnya, Wamenhan RI menekankan bahwa pengelolaan BMN memiliki nilai strategis yang memerlukan peningkatan akuntabilitas pelaporan keuangan dan penguatan tata kelola yang tertib. Ia menginstruksikan seluruh satuan kerja di lingkungan Kemhan dan TNI untuk mematuhi prosedur pemanfaatan BMN, melengkapi dokumen administrasi sebagai dasar legalitas, serta memastikan seluruh penerimaan hasil pemanfaatan BMN disetorkan ke Kas Negara secara tertib dan tepat waktu.
Wamenhan juga memberikan apresiasi kepada Tim Satgas atas dedikasi mereka dan meminta agar tugas dilanjutkan dengan konsistensi. Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan fungsi konsultasi dan pendampingan, mengidentifikasi potensi permasalahan secara cermat, serta memberikan solusi yang tepat dan implementatif.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebelumnya, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, melalui sambutan yang dibacakan oleh Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Muhammad Aidi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemhan dan TNI dalam pelaksanaan kegiatan Satgas. Ia menilai kegiatan ini penting dan strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan akuntabilitas pengelolaan BMN, khususnya di wilayah Jawa Timur. Acara ini juga dihadiri oleh Irjen Kemhan, Dirfasjas Ditjen Kuathan Kemhan, Kapus BMN Baloghan Kemhan, serta Karokum Setjen Kemhan.

















