Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa tiga Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia menjadi korban dalam serangan drone yang terjadi di Yaman. Insiden tersebut terjadi pada awal pekan ini dan menargetkan kapal tempat ketiga ABK tersebut bekerja. Hingga saat ini, pihak Kemlu terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang terdampak.
Serangan drone tersebut dilaporkan terjadi di wilayah perairan Yaman yang dikenal rawan konflik. Ketiga ABK tersebut mengalami luka-luka akibat serangan tersebut dan telah mendapatkan perawatan medis. Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga korban untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi mereka.
Dalam pernyataannya, Kemlu menegaskan komitmennya untuk melindungi warga negara Indonesia di luar negeri, terutama di daerah-daerah yang berisiko tinggi. “Kami terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak perusahaan untuk memastikan keselamatan dan pemulangan ketiga ABK tersebut,” ujar perwakilan Kemlu.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, Kemlu juga mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia yang berada di Yaman untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. Langkah-langkah antisipatif dan komunikasi yang baik diharapkan dapat meminimalisir risiko bagi WNI yang berada di wilayah konflik.

















