Headline.co.id, Gunung Kidul ~ Bukit Pengilon Gunung Kidul menjadi salah satu destinasi wisata alam di kawasan Purwodadi, Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang menawarkan perpaduan hamparan perbukitan hijau dan panorama laut lepas. Berada tidak jauh dari Pantai Siung, wisatawan dapat menikmati bentang Samudra Hindia dari ketinggian dengan suasana terbuka yang menjadi ciri utama kawasan tersebut. Destinasi ini telah dibuka untuk umum sejak 2016 dan kemudian semakin dikenal melalui media sosial karena panorama alamnya.
Daya tarik Bukit Pengilon Gunung Kidul berbeda dengan sejumlah kawasan perbukitan Gunungkidul yang identik dengan bentang tebing karst. Bukit ini menawarkan hamparan savana hijau luas yang langsung menghadap Samudra Hindia, sehingga wisatawan dapat menikmati pemandangan laut, perbukitan, hingga momen matahari terbit dan matahari terbenam dari satu kawasan.
Pemandu lokal Bukit Pengilon Gunung Kidul, Sumar, mengatakan kekuatan utama destinasi tersebut memang berada pada bentang alam yang ditawarkan kepada pengunjung. Panorama terbuka menjadi atraksi utama tanpa banyak tambahan wahana buatan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Jadi atraksi yang dijual masyarakat sekitar memang alamnya, pemandangan alamnya,” tutur Sumar saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/11/2021).
Savana Hijau Jadi Daya Tarik Bukit Pengilon
Bukit Pengilon memiliki karakteristik berupa hamparan rumput dan perbukitan yang terbuka ke arah laut. Kondisi itu memungkinkan wisatawan melihat Pantai Selatan dan Samudra Hindia dari kawasan yang lebih tinggi.
Perpaduan savana dengan birunya laut menjadi salah satu keunikan Bukit Pengilon. Wisatawan dapat datang untuk menikmati suasana, melakukan fotografi alam, piknik bersama keluarga, trekking ringan, maupun berkemah.
Lokasi yang relatif tenang dengan udara terbuka juga menjadikan kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan wisata alam tanpa bergantung pada berbagai wahana permainan.
Menurut Sumar, pengelola memang belum menyediakan wahana tambahan seperti permainan luar ruang.
“Kalau untuk wahana lain seperti flying fox atau permainan lainnya saat ini memang belum ada,” katanya.
Wisatawan yang ingin berkemah juga perlu membawa atau menyewa perlengkapan secara mandiri. Pengelola belum menyediakan tenda sebagai bagian dari fasilitas berkemah.
Akses menuju Bukit Pengilon dapat ditempuh melalui tiga jalur, yakni Balong, Pantai Siung, dan Dusun Duwet. Jalur melalui Balong disebut sebagai akses utama menuju kawasan wisata tersebut.
“Untuk akses ada tiga jalur yaitu via Balong, Pantai Siung, dan Dusun Duwet. Bisa dibilang akses utamanya melalui via Balong,” ujar Sumar.
Dari Kota Yogyakarta, perjalanan menuju kawasan Bukit Pengilon membutuhkan waktu sekitar dua hingga dua setengah jam, tergantung titik keberangkatan, jalur yang dipilih, dan kondisi perjalanan.
Data dalam bahan menunjukkan jarak dari Stasiun Yogyakarta menuju Bukit Pengilon berada pada kisaran 74-79 kilometer dengan estimasi perjalanan sekitar 2 jam 15 menit hingga 2 jam 21 menit.
Sementara dari kawasan Pantai Baron, jaraknya sekitar 28 kilometer dengan perjalanan hampir satu jam. Adapun perjalanan dari Wonosari disebut membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam.
Setelah tiba di area parkir, wisatawan masih harus melanjutkan perjalanan menuju kawasan bukit. Jalur menuju Bukit Pengilon sebagian masih berupa tanah sehingga pengunjung perlu mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berangkat.
Untuk wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, perjalanan dapat dilanjutkan dengan trekking. Dalam bahan yang tersedia, jalur berjalan kaki disebut mencapai sekitar 1,5 kilometer, sementara pendakian ringan menuju bagian atas dapat ditempuh sekitar 15-30 menit bergantung titik awal dan kondisi pengunjung.
“Untuk mobil dan motor kalau musim hujan begini sedikit susah karena jalannya masih tanah. Tapi kalau tidak mau trekking bisa sewa jeep,” kata Sumar.
Keberadaan jalur tanah membuat akses berpotensi lebih sulit ketika turun hujan. Karena itu, wisatawan perlu menyesuaikan kendaraan dan perlengkapan dengan kondisi lapangan.
Selain berjalan kaki, tersedia alternatif kendaraan untuk membantu perjalanan. Wisatawan dapat menggunakan jeep dari area parkir, sementara jasa ojek menuju kawasan atas juga tersedia dengan tarif dalam bahan disebut sekitar Rp20.000 sekali jalan.
Tiket Masuk dan Biaya Camping Bukit Pengilon
Wisatawan yang datang untuk menikmati panorama Bukit Pengilon dikenai tiket masuk mulai Rp2.000 per orang.
Bagi pengunjung yang ingin berkemah, terdapat biaya keamanan dan penggunaan area camping mulai Rp20.000 per tenda. Biaya tersebut belum mencakup penyewaan tenda maupun perlengkapan berkemah lainnya sehingga wisatawan perlu menyiapkannya secara mandiri.
Untuk kendaraan, tarif parkir disebut mulai Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.
Besaran biaya tersebut merupakan informasi yang tercantum dalam bahan dan dapat menjadi gambaran awal bagi wisatawan sebelum berkunjung.
Fasilitas Bukit Pengilon
Fasilitas dasar telah tersedia di kawasan Bukit Pengilon. Sumar menyebut toilet sudah tersedia untuk kebutuhan wisatawan.
Sejumlah warung yang dikelola penduduk sekitar juga dapat ditemukan di kawasan tersebut. Pengunjung dapat menikmati kopi maupun minuman lainnya sambil melihat bentang perbukitan dan laut dari kawasan wisata.
Selain toilet dan warung, fasilitas yang disebut tersedia meliputi area parkir serta layanan transportasi lokal seperti ojek. Keberadaan fasilitas tersebut mendukung wisatawan yang datang untuk berkunjung singkat maupun berkemah.
Meski demikian, karakter Bukit Pengilon tetap berfokus pada wisata berbasis alam. Pengunjung tidak akan menemukan banyak permainan atau wahana buatan seperti flying fox.
Bisa Menikmati Sunrise hingga Sunset
Posisi bukit yang menghadap ke laut lepas memungkinkan wisatawan menikmati perubahan panorama pada berbagai waktu. Kawasan ini dapat menjadi lokasi untuk menyaksikan matahari terbit maupun matahari tenggelam, selain menikmati pemandangan laut pada siang hari.
Hamparan savana juga menyediakan ruang terbuka untuk fotografi, piknik, dan trekking ringan. Bagi wisatawan yang memilih bermalam, area camping memungkinkan pengunjung menikmati suasana Bukit Pengilon lebih lama.
Keunikan tersebut membuat Bukit Pengilon menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan bentang wisata Gunungkidul yang banyak dikenal melalui pantai dan tebing karstnya.
Dengan savana hijau yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia, Bukit Pengilon menjadi pilihan wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati panorama alam, trekking ringan, berkemah, maupun sekadar mencari suasana tenang di kawasan pesisir selatan Gunungkidul.





















