Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempercepat perbaikan kerusakan pada serat optik bawah laut di jaringan Palapa Ring Tengah segmen Melonguane–Morotai. Langkah ini diambil untuk menjaga keandalan konektivitas di wilayah kepulauan utara Sulawesi. Perbaikan ini bertujuan mencegah gangguan lebih luas terhadap layanan telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, menyatakan bahwa tim terus bekerja mempercepat pemulihan infrastruktur telekomunikasi tersebut. “Kami memastikan masyarakat tetap memperoleh akses layanan selama proses restorasi berlangsung,” ujar Darien di Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan teknis, anomali pada jalur kabel laut diduga disebabkan oleh aktivitas tektonik setelah gempa bumi bermagnitudo 5,7 yang terjadi pada 26 Mei 2026, serta beberapa gempa susulan di segmen Melonguane–Morotai. Kerusakan terdeteksi pada kedalaman sekitar 3.400 meter atau sekitar 95 kilometer dari Terminal Station Morotai. Kondisi ini memerlukan kapal khusus untuk pemasangan dan penyambungan kabel laut di laut dalam.
Selama masa restorasi, BAKTI mengoptimalkan layanan pada 286 titik akses internet yang telah beroperasi di wilayah terdampak dengan memanfaatkan satelit SATRIA-1. Titik layanan tersebut terdiri dari 106 lokasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 132 lokasi di Kabupaten Kepulauan Talaud, dan 48 lokasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Optimalisasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas bandwidth menjadi 50 Mbps, 100 Mbps, hingga 150 Mbps sesuai kebutuhan masing-masing lokasi. Tim teknis juga terus memantau kualitas layanan agar aktivitas browsing maupun komunikasi digital masyarakat tetap berjalan optimal.
Layanan akses internet ini sebelumnya telah tersedia di berbagai fasilitas publik, seperti kantor pemerintahan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. BAKTI juga terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio, PT Len Telekomunikasi Indonesia, PT Surveyor Indonesia, penyelenggara telekomunikasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan proses restorasi berjalan sesuai rencana.
Berdasarkan pembaruan jadwal kerja, kapal perbaikan dijadwalkan berangkat dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan pelayaran rampung. Proses teknis diperkirakan memerlukan periode kritis pemutusan layanan selama sekitar 12 hari. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jaringan Palapa Ring Tengah ditargetkan kembali beroperasi normal pada 11 Agustus 2026.
BAKTI Komdigi menegaskan akan terus menyampaikan perkembangan proses restorasi melalui kanal komunikasi resmi serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan operator seluler guna menjaga kelancaran layanan telekomunikasi bagi masyarakat.














