Headline.co.id, Jakarta ~ Mitsubishi Xforce Hybrid menjadi perhatian setelah menempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian penuh bensin pada pengujian perjalanan Jakarta-Bali yang dilakukan menjelang peluncurannya di Indonesia. Pengujian tersebut melibatkan Brand Ambassador Mitsubishi Motors Rifat Sungkar dan memakai tangki berkapasitas 42 liter untuk menunjukkan efisiensi sistem HEV pada perjalanan luar kota. Model ini resmi diperkenalkan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia di Jakarta pada 16 Juli 2026 dengan harga peluncuran Rp445 juta. Jarak tempuh panjang itu dicapai melalui perpaduan motor listrik, mesin bensin 1,6 liter, pengelolaan energi otomatis, dan pengereman regeneratif, bukan melalui baterai yang diisi dari sumber listrik eksternal.
Dalam catatan pengujian yang dipublikasikan, Mitsubishi Xforce Hybrid menempuh sekitar 1.172 kilometer dengan satu tangki penuh. Perhitungan sederhana dari jarak dan kapasitas tangki menghasilkan konsumsi sekitar 27,9 kilometer per liter. Angka tersebut menggambarkan hasil pengujian luar kota dalam kondisi tertentu, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai jaminan konsumsi harian setiap pemilik.
Daya tarik Mitsubishi Xforce Hybrid terletak pada cara sistem mengatur sumber tenaga tanpa banyak campur tangan pengemudi. Motor listrik digunakan sebagai penggerak utama pada banyak situasi, terutama saat mulai berjalan, melaju perlahan, dan menghadapi lalu lintas perkotaan. Mesin bensin akan aktif untuk menghasilkan listrik atau membantu penggerak ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar.
Klaim Jarak Tempuh Mitsubishi Xforce Hybrid
Perjalanan lebih dari 1.000 kilometer menunjukkan potensi efisiensi yang besar untuk sebuah SUV kompak, tetapi hasil tersebut perlu dibaca bersama kondisi pengujian. Konsumsi bahan bakar dapat berubah karena kecepatan rata-rata, kemacetan, elevasi rute, muatan, penggunaan pendingin udara, tekanan ban, kualitas bahan bakar, dan gaya mengemudi. Mitsubishi juga menegaskan bahwa hasil aktual dapat berbeda menurut kondisi jalan dan perilaku pengguna.
Dalam data teknis global, sistem Xforce HEV sebelumnya diklaim mencatat efisiensi sekitar 24,4 kilometer per liter. Hasil perjalanan Jakarta-Bali yang mendekati 28 kilometer per liter berada di atas angka itu karena metode dan situasi pengujiannya berbeda. Perbandingan tersebut bukan berarti salah satu angka lebih benar, melainkan menunjukkan bahwa standar pengujian laboratorium, rute nyata, dan teknik berkendara dapat menghasilkan catatan yang berlainan.
Kapasitas tangki 42 liter juga menjadi bagian penting dari klaim jarak tempuh. Semakin efisien penggunaan energi, semakin jarang kendaraan perlu berhenti di stasiun pengisian bahan bakar. Bagi pengguna yang sering menempuh perjalanan antarkota, keuntungan praktisnya bukan hanya biaya bensin, tetapi juga berkurangnya frekuensi pengisian. Meski demikian, pengemudi tetap perlu memperhitungkan cadangan bahan bakar dan tidak menjadikan jarak maksimum pengujian sebagai target rutin.
Cara Kerja Sistem Hybrid Mitsubishi Xforce
Xforce HEV memakai mesin bensin 1,6 liter DOHC 16-katup MIVEC, generator, baterai lithium-ion, dan motor listrik. Mesin menghasilkan tenaga 107 PS dan torsi 134 Nm, sedangkan motor listrik memiliki keluaran maksimum 116 PS dengan torsi 255 Nm. Torsi motor yang tersedia sejak putaran awal membantu kendaraan bergerak dengan respons cepat tanpa menunggu mesin mencapai putaran tinggi.
Pada kecepatan rendah, kendaraan dapat melaju menggunakan energi baterai melalui motor listrik. Ketika pengemudi berakselerasi kuat atau menghadapi tanjakan, mesin bekerja untuk menghasilkan listrik dan mendukung kebutuhan tenaga. Saat melaju pada kecepatan tinggi, sistem dapat menghubungkan mesin ke roda dengan bantuan motor. Peralihan antarmode dilakukan otomatis berdasarkan permintaan tenaga dan kondisi baterai.
Efisiensi juga didukung transaxle dua tingkat dan fungsi motor disconnect. Transaxle memakai rasio rendah untuk kebutuhan tenaga serta rasio tinggi untuk perjalanan lebih cepat dan tenang. Fungsi motor disconnect memutus hubungan motor dari poros penggerak ketika kendaraan melaju stabil pada kecepatan tinggi, sehingga hambatan dapat dikurangi. Saat mobil melambat, pengereman regeneratif menangkap sebagian energi gerak dan menyimpannya kembali sebagai listrik.
Tujuh Mode Berkendara dan Fitur Pembeda HEV
Mitsubishi menyediakan tujuh mode berkendara, yakni EV, Charge, Tarmac, Normal, Wet, Gravel, dan Mud. EV Mode mengutamakan perjalanan dengan tenaga listrik selama kondisi baterai dan kebutuhan tenaga memungkinkan. Charge Mode membantu mempertahankan pengisian baterai, sedangkan Tarmac mengatur respons kendaraan untuk jalan beraspal. Normal, Wet, Gravel, dan Mud menyesuaikan karakter pengendalian dengan permukaan yang berbeda.
Pilihan mode tersebut bekerja bersama Active Yaw Control untuk membantu kestabilan kendaraan ketika menikung atau melintasi jalan licin. Pengemudi tetap bertanggung jawab menyesuaikan kecepatan dan arah kemudi karena teknologi pengendalian bukan pengganti kewaspadaan. Fungsi utamanya adalah membantu kendaraan merespons kondisi jalan secara lebih terukur, terutama ketika traksi roda berubah.
Varian HEV juga memperoleh penanda visual berupa emblem Hybrid EV, desain pelek 18 inci, aksen grille, lampu belakang clear smoke, dan pemindah transmisi elektrik. New Xforce turut menawarkan atap panoramik tanpa bingkai serta suspensi yang disempurnakan untuk meredam guncangan. Kombinasi teknologi penggerak, mode berkendara, dan pembaruan kenyamanan inilah yang membedakan Xforce HEV dari varian bensin, sementara efisiensi sebenarnya tetap harus dibuktikan melalui penggunaan harian dalam beragam kondisi.


















