Headline.co.id, Banda Aceh ~ Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh meluncurkan program Banda Aceh Art and Cultural Market Putroe Phang. Program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali Taman Putroe Phang sebagai ruang publik kreatif dan destinasi wisata budaya. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung setiap Sabtu dan Minggu mulai Juli hingga Agustus 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan ruang yang menggabungkan seni, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan seni, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Rosdi, Rabu (15/7/2026).
Rosdi menambahkan bahwa Banda Aceh masih memerlukan ruang kreatif yang aktif dan berkelanjutan bagi seniman, komunitas, serta pelaku ekonomi kreatif. Taman Putroe Phang, menurutnya, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. “Selama ini Banda Aceh masih membutuhkan ruang kreatif yang aktif dan berkelanjutan bagi seniman, komunitas, serta pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Program Banda Aceh Art and Cultural Market Putroe Phang mencakup tiga program utama. Pertama, Art and Cultural Stage, yang menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Kedua, Banda Aceh Art Market, yang menjadi ruang promosi sekaligus transaksi bagi pelaku ekonomi kreatif. Ketiga, Community Hub, yang berfungsi sebagai wadah kolaborasi komunitas dan generasi muda.
Melalui rangkaian kegiatan ini, pemerintah berharap Taman Putroe Phang dapat kembali menjadi ruang publik yang hidup, tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai pusat kreativitas, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif. Rosdi juga mengajak masyarakat untuk turut memeriahkan kegiatan tersebut bersama keluarga dan sahabat. “Kami mengajak masyarakat untuk turut memeriahkan kegiatan ini bersama keluarga dan sahabat,” ajaknya.
Ia berharap, melalui Banda Aceh Art and Cultural Market, Taman Putroe Phang dapat kembali menjadi ruang ekspresi, kolaborasi, dan apresiasi budaya yang memperkuat identitas Aceh, meningkatkan daya tarik wisata Kota Banda Aceh, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.















