Headline.co.id, Banda Aceh ~ PT ASDP Indonesia Feri Cabang Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk mendampingi korban dan keluarga yang terdampak insiden di KMP Aceh Hebat 2. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (12/6/2026) di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, dan melibatkan 14 taruna Politeknik Pelayaran serta seorang Kepala Kamar Mesin (KKM). Akibatnya, 15 orang mengalami luka bakar dan dua taruna meninggal dunia.
General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, menyatakan bahwa penyelidikan terkait penyebab insiden masih berlangsung. “Kami menunggu hasil resmi investigasi sebelum menyampaikan kesimpulan kepada publik,” ujar Andri, Minggu (28/6/2026). ASDP berkomitmen untuk mendukung penuh proses investigasi agar berjalan transparan dan objektif.
Fokus pada Pendampingan Korban
Selain mendukung investigasi, ASDP memprioritaskan pendampingan terhadap korban dan keluarga. Perusahaan memastikan pelayanan penyeberangan tetap aman dan nyaman. “Kami fokus pada pendampingan korban dan memastikan pelayanan tetap optimal,” kata Andri.
Imbauan untuk Tidak Berspekulasi
ASDP mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden. Perusahaan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan sesuai ketentuan.
Langkah Evaluasi dan Peningkatan Keselamatan
ASDP berencana melakukan evaluasi internal berdasarkan hasil penyelidikan untuk meningkatkan keselamatan operasional. Harapannya, hasil investigasi dapat menjadi dasar untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya keselamatan dalam operasional penyeberangan. ASDP berharap langkah-langkah yang diambil dapat memperkuat aspek keselamatan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna jasa.





















