Headline.co.id, Sampit ~ Usulan pemasangan CCTV di sekolah menjadi salah satu langkah yang disiapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Tengah menyusul viralnya video berdurasi 10 detik yang memperlihatkan dugaan tindakan tidak pantas dua pelajar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sampit. Rekaman yang beredar luas di media sosial itu memicu perhatian publik dan mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolah.
“Kami akan mencoba mengusulkan agar setiap sekolah dapat dipantau melalui CCTV sehingga memberikan rasa aman, tertib dan dapat meminimalisir kejadian serupa,” ujar Reza, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Reza, pengawasan melalui kamera pengawas bukan hanya untuk mencegah pelanggaran tata tertib sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi peserta didik.
CCTV Diusulkan untuk Memperkuat Pengawasan Sekolah
Usulan pemasangan CCTV muncul setelah video yang diduga direkam oleh siswa lain menggunakan telepon seluler tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut tampak seorang pelajar laki-laki dan perempuan berada di dalam ruang kelas saat jam istirahat sekolah.
Meski peristiwa itu tidak terjadi saat proses pembelajaran berlangsung, kejadian tersebut tetap menjadi perhatian serius karena terjadi di lingkungan sekolah.
Disdik Kalteng menilai penguatan pengawasan perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga disiplin dan ketertiban di satuan pendidikan.
Selain itu, pemantauan melalui kamera pengawas diharapkan dapat membantu pihak sekolah melakukan pengawasan secara lebih optimal terhadap aktivitas peserta didik selama berada di lingkungan sekolah.
Pembinaan Karakter Tetap Menjadi Prioritas
Di samping penguatan pengawasan, Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah menegaskan bahwa pembinaan karakter peserta didik tetap menjadi fokus utama.
Reza mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.
“Anak-anak Kalimantan Tengah bukan hanya harus memiliki wawasan yang luas dan pandai di sekolah, tetapi karakter yang juga harus dijaga sehingga hal-hal seperti ini tidak semestinya terjadi di lingkungan sekolah,” katanya.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang menempatkan penguatan karakter sebagai salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan.
Menurut Reza, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan etika, sopan santun, dan tanggung jawab sosial peserta didik.
Orang Tua dan Sekolah Sudah Dipanggil
Dalam penanganan kasus tersebut, Disdik Kalteng telah berkoordinasi dengan kepala sekolah dan memanggil kedua orang tua siswa yang terlibat.
Kedua pelajar tersebut juga telah diberikan sanksi serta diwajibkan melakukan pelaporan berkala kepada guru bimbingan konseling (BK) sebagai bagian dari proses pembinaan.
“Ini tentu menjadi perhatian kita bersama karena hal-hal yang tidak baik dilakukan di sekolah akan kita evaluasi,” tegas Reza.
Pihaknya juga memastikan proses penelusuran masih berlangsung untuk mengetahui kronologi secara lengkap terkait peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut.
Masyarakat Diminta Tidak Sebarkan Identitas Pelajar
Sementara itu, Disdik Kalteng mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas maupun informasi yang belum terverifikasi terkait pelajar yang terekam dalam video tersebut.
Hingga saat ini identitas dan status para pelajar yang muncul dalam rekaman belum dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang.
Reza menegaskan bahwa Dinas Pendidikan berkomitmen menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan mendukung pembentukan karakter generasi muda.
“Dinas Pendidikan juga berkomitmen menjaga lingkungan sekolah tetap aman, kondusif, serta menjadi tempat yang mendukung pembentukan karakter generasi muda,” ujar Reza.
Pemerintah daerah berharap dukungan dari masyarakat, orang tua, dan sekolah dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik sehingga peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.





















