Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia, melalui Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman, mengumumkan kesepakatan untuk mengoptimalkan penyerapan hasil peternak unggas. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan peternak, dan memastikan pasokan pangan hewani tetap terjaga secara nasional. “Kami berupaya mengontrol fluktuasi harga pangan pokok sebagai bantalan keekonomian harga produsen pangan dalam negeri,” ujar Andi Amran pada Kamis (18/6/2026).
Penurunan harga di tingkat peternak unggas, yang sempat mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram untuk telur, tidak dapat dibiarkan karena berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha peternakan nasional. Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan harga komoditas peternakan di tingkat produsen tetap berada pada level yang sesuai dengan Harga Acuan Pembelian (HAP), sehingga peternak memperoleh kepastian usaha.
Kepala Bapanas juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini juga bertujuan untuk mendorong frekuensi konsumsi menjadi lebih tinggi sebagai instrumen stabilisasi pasar. “Kami terus berupaya agar harga ayam broiler di tingkat peternakan bergerak positif,” tambahnya.
Berdasarkan data per 15 Juni, harga ayam broiler secara nasional tercatat di Rp22.107 per kilogram, naik 0,56 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Selain itu, pemerintah juga membantu peternak unggas dalam negeri agar biaya produksi dapat semakin efisien melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan yang telah dijalankan sejak 9 Mei 2026.
Untuk pelaksanaan Program SPHP jagung pakan, Bapanas telah menyiapkan anggaran sebesar Rp678 miliar dengan total alokasi penyaluran sebanyak 242 ribu ton yang dapat berlangsung hingga akhir 2026. Target sasaran program ini adalah lebih dari 5 ribu peternak skala mikro, kecil, dan menengah dengan total populasi 53 juta ekor unggas di 26 provinsi.
Hingga 15 Juni, realisasi penyaluran SPHP jagung pakan yang telah dijalankan Perum Bulog mencapai 42,4 ribu ton atau sekitar 19,9 persen dari target sementara 213,2 ribu ton. Masih ada sisa pagu 28,8 ribu ton yang sedang diproses bersama Kementerian Pertanian untuk memperoleh tambahan peternak penerima manfaat.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga minggu kedua Juni 2026, jumlah daerah dengan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras dan daging ayam ras di tingkat konsumen semakin banyak. Penurunan IPH telur ayam ras terjadi di 198 kabupaten/kota dan daging ayam ras di 182 kabupaten/kota.








