Headline.co.id, Banda Aceh ~ Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh meningkatkan pengawasan kesehatan terhadap jemaah haji yang baru kembali dari Arab Saudi. Pemantauan ini dimulai sejak kedatangan di debarkasi hingga 14 hari setelah jemaah tiba di daerah asal masing-masing, sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit menular.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menyatakan bahwa seluruh jemaah haji akan diawasi oleh petugas kesehatan selama dua minggu setelah kepulangan dari Tanah Suci. “Pengawasan ini penting untuk memastikan tidak ada penyakit menular yang terbawa dari luar negeri,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Pengawasan kesehatan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari pemeriksaan saat kedatangan di debarkasi hingga pemantauan lanjutan di wilayah tempat tinggal jemaah. Jika ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, jemaah dapat segera dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, Ali Isha Wardana, menambahkan bahwa tim kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit menular dan endemis, seperti Covid-19 dan Hantavirus. Sebagai langkah deteksi dini, petugas akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap seluruh jemaah setibanya di Aceh.
Pemeriksaan suhu tubuh ini menjadi salah satu indikator awal untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya gejala penyakit menular. Jika ditemukan gejala tertentu, petugas akan mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. PPIH Debarkasi Aceh juga telah berkoordinasi dengan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banda Aceh untuk mendukung proses pemeriksaan dan deteksi dini.
Selain menyiapkan tenaga medis, PPIH Debarkasi Aceh menyediakan ruang pelayanan kesehatan bagi jemaah laki-laki dan perempuan, serta ruang isolasi di Asrama Haji sebagai langkah antisipatif jika ditemukan kasus suspek penyakit menular. PPIH Debarkasi Aceh berharap seluruh proses pemulangan jemaah haji 2026 dapat berlangsung aman dan lancar, serta seluruh jemaah dapat kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Upaya pengawasan yang dilakukan secara terpadu ini diharapkan mampu memberikan perlindungan optimal bagi jemaah haji maupun masyarakat, sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap potensi masuknya penyakit dari luar negeri.




















