Headline.co.id, Bojonegoro ~ Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, secara resmi membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 serta Deklarasi Komitmen Bersama untuk mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bojonegoro. Acara ini berlangsung di Ballroom Hotel Dewarna, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Jumat (12/6/2026).
Acara tersebut mengusung tema “Menyatukan Langkah, Menguatkan Komitmen Bersama” dan ditandai dengan pemasangan rompi kepada perwakilan peserta pelatihan serta pemukulan gong sebagai simbol dimulainya pelaksanaan sensus. Penandatanganan pakta komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro juga dilakukan.
Dalam sambutannya, Nurul Azizah menekankan pentingnya Sensus Ekonomi sebagai alat penyedia data dasar yang menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, setelah sebelumnya dilakukan pada 2006 dan 2016. Hasil sensus ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah maupun nasional.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro pada Triwulan I Tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat sebesar 0,02 persen. Kondisi ini dipengaruhi penurunan sektor migas sebesar 8,72 persen yang masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah,” ujarnya.
Nurul juga menjelaskan bahwa meskipun sektor migas mengalami kontraksi, sektor pertanian justru menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 14,2 persen. Pertumbuhan ini turut mendorong peningkatan pada sektor lain, seperti makanan dan minuman, jasa, serta layanan kesehatan.
“Kalau sektor pertanian tidak tumbuh, kemungkinan pertumbuhan ekonomi kita akan berada di angka negatif. Karena itu, data yang akurat sangat penting untuk melihat kondisi riil dan menentukan langkah pembangunan yang tepat,” katanya.
Ia mengingatkan para petugas sensus agar melakukan pendataan secara menyeluruh dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai tujuan pelaksanaan sensus. “Tolong minta data secara utuh kepada responden. Sampaikan bahwa sensus ekonomi tidak berkaitan dengan pajak, melainkan untuk mengukur kondisi dan tingkat kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menyampaikan bahwa jumlah petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bojonegoro mencapai 1.479 orang. Pelatihan petugas dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Hotel Aston, Hotel Eastern, dan Hotel Dewarna, guna memastikan seluruh petugas memiliki kompetensi dan pemahaman yang seragam dalam melaksanakan pendataan.
“Pendataan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 1 Agustus 2026. Pelatihan ini bertujuan menjamin standar kompetensi petugas agar data yang dikumpulkan berkualitas dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Syawaluddin juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menyukseskan seluruh tahapan Sensus Ekonomi 2026, termasuk sosialisasi dan penguatan dukungan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. “BPS mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran Pemkab Bojonegoro yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” katanya.
Ia berharap dukungan tersebut terus berlanjut selama proses pendataan berlangsung. Syawaluddin juga menginginkan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro menjadi responden pertama dalam pelaksanaan sensus sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat. Kepada seluruh petugas, ia berpesan agar menjaga integritas dan profesionalisme selama menjalankan tugas di lapangan.
“Jangan ada data yang direkayasa atau dimanipulasi. Jaga integritas, kesehatan, dan keselamatan selama bertugas. Dengan semangat bersama, kita wujudkan Sensus Ekonomi 2026 yang menghasilkan data berkualitas untuk Bojonegoro dan Indonesia,” pungkasnya.






















