Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau umat Islam untuk memanfaatkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Menurut Nasaruddin, pergantian tahun ini seharusnya tidak hanya dipandang sebagai perubahan kalender, tetapi sebagai kesempatan untuk melakukan transformasi diri yang bermanfaat bagi masyarakat.
Nasaruddin menekankan bahwa semangat hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Semangat hijrah harus diwujudkan dalam aksi konkret yang membawa manfaat bagi masyarakat luas. Hijrah itu bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan transformasi spiritual dan sosial menuju pribadi yang lebih baik,” ujarnya pada Rabu (10/6/2026).
Lebih lanjut, Nasaruddin menjelaskan bahwa semangat hijrah dapat tercermin dari kepedulian terhadap sesama, menjaga lingkungan, dan komitmen untuk menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa hakikat beragama adalah menyebarkan kasih sayang, bukan kebencian atau permusuhan. Menurutnya, ukuran keberagamaan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana ia menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap sesama manusia.
Selain itu, Nasaruddin juga menyoroti pentingnya penguatan peran masjid di era modern. Ia merujuk pada sejarah penetapan kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab, di mana peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW menjadi awal lahirnya peradaban baru yang didukung oleh fungsi masjid yang luas. Menurutnya, masjid tidak seharusnya hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, musyawarah, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan solidaritas sosial masyarakat.
“Masjid harus terus menjadi pusat peradaban yang menghadirkan manfaat bagi umat dan memperkuat persatuan serta kepedulian sosial,” pungkasnya. Melalui momentum 1 Muharram, Kementerian Agama mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai hijrah sebagai inspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.






















