Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa situasi di wilayah yang terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) masih dalam kondisi aman dan terkendali. Tim gabungan di lapangan terus melakukan pemantauan intensif untuk menjamin keselamatan masyarakat dan mengantisipasi perkembangan situasi.
Menurut laporan cepat dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud dan BPBD Kota Manado, gempa tersebut hanya dirasakan dengan intensitas lemah selama sekitar dua hingga tiga detik. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan signifikan mengenai dampak yang ditimbulkan oleh gempa tersebut. Namun, seluruh unsur penanggulangan bencana tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan dan respons cepat jika terjadi perkembangan situasi.
“Kami terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, lembaga kemanusiaan, hingga relawan penanggulangan bencana yang telah bersiaga di sejumlah wilayah terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh jalur komunikasi, pemantauan, dan evakuasi dapat berjalan optimal jika diperlukan berdasarkan informasi resmi dari instansi terkait.
BNPB juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta untuk mengutamakan keselamatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, serta anak-anak, dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. “Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Abdul Muhari.
Sebelumnya, gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada pukul 06.37 WIB. Menyusul kejadian tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Sementara itu, BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat.






















