Headline.co.id, Bojonegoro ~ Pendidikan karakter pada anak memerlukan proses yang berkelanjutan dan tidak bisa dibentuk secara instan. Guru, keluarga, dan lingkungan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai positif sejak usia dini. Hal ini disampaikan oleh Kepala TK Dharma Wanita Kabunan, Siti Mualifah, dalam sebuah talkshow di Radio Malowopati FM, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (7/6/2026).
Siti Mualifah, yang telah mengabdi sebagai guru selama dua dekade, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter yang akan memengaruhi kehidupan anak di masa depan. Menurutnya, guru taman kanak-kanak tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. “Guru TK adalah arsitek karakter anak,” ujar Siti.
Di TK Dharma Wanita Kabunan, pembentukan karakter dimulai dari kebiasaan para pendidik. Setiap pagi, kepala sekolah dan guru melaksanakan salat dhuha serta membersihkan lingkungan sekolah sebelum menyambut peserta didik. Anak-anak kemudian mengikuti berbagai kegiatan pembiasaan, seperti salat dhuha, murojaah surat pendek, menghafal doa harian, hingga menghafal hadis pendek. Kegiatan ini bertujuan menanamkan karakter religius yang dapat diterapkan baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Selain nilai religius, sekolah juga membiasakan peserta didik untuk menerapkan sikap disiplin dan menghargai orang lain. Anak-anak diajarkan budaya antre, menempatkan sepatu pada tempatnya, menunggu giliran, serta bersikap sopan kepada orang tua dan orang yang lebih tua. Pembelajaran karakter juga dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti menerima tamu dengan baik, membantu pekerjaan rumah, serta memahami pentingnya kejujuran ketika menemukan barang yang bukan miliknya. “Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab,” katanya.
Siti menekankan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran orang tua dalam memberikan teladan dan apresiasi terhadap perkembangan anak juga sangat menentukan. Oleh karena itu, ia mengajak para orang tua untuk membiasakan perilaku positif di rumah, termasuk penggunaan empat kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari, yakni maaf, minta tolong, terima kasih, dan permisi. Menurutnya, sinergi sekolah dan keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak baik, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. “Kerja sama guru dan orang tua sangat penting,” pungkasnya.





















