Headline.co.id, Batam ~ Polresta Batam-Rempang-Galang (Barelang) di Kepulauan Riau bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batam untuk memperkuat pendidikan keselamatan berlalu lintas melalui kurikulum di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri. Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menyatakan bahwa program ini diluncurkan pada Desember 2025. “Program ini bertujuan untuk membentuk karakter tertib berlalu lintas sejak usia dini,” ujar Kasatlantas pada Kamis (4/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Satlantas Polresta Barelang memberikan pelatihan kepada guru melalui program Training of Trainer (TOT), khususnya bagi guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Materi keselamatan berlalu lintas kemudian diintegrasikan ke dalam pembelajaran di kelas. “Kami berharap dengan adanya integrasi ini, siswa dapat lebih memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas,” terangnya.
Selain pembelajaran di kelas, Satlantas Polresta Barelang juga mendirikan pojok lalu lintas di sejumlah sekolah sebagai media visual untuk memperkenalkan berbagai rambu lalu lintas kepada pelajar. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, pihaknya telah mendistribusikan 2.500 buku pembelajaran lalu lintas ke 65 SMP dan 145 SD negeri di Batam, total mencapai 210 sekolah. Selain itu, sebanyak 250 buku elektronik (e-book) juga telah dibagikan kepada sekolah. “Kami ingin memastikan semua siswa memiliki akses ke materi ini,” jelas Kasatlantas.
Kepala SMP Negeri 3 Batam, Nyorita, mengaku merasakan manfaat langsung dari penerapan kurikulum tersebut terhadap pemahaman siswa mengenai keselamatan berkendara. Menurutnya, hal ini penting mengingat sekolah yang dipimpinnya memiliki 1.536 siswa dan berada di kawasan yang cukup strategis dengan lalu lintas yang padat. “Penerapan kurikulum ini sangat membantu siswa kami dalam memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas,” tutur Nyorita.
Melalui program ini, Polresta Barelang berharap kesadaran tertib berlalu lintas dapat ditanamkan sejak dini, sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kota tersebut.






















