Headline.co.id, Biak Numfor ~ Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menemukan sebuah granat nanas yang telah dimodifikasi saat melakukan sterilisasi di lokasi ledakan di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Ledakan tersebut diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. Selain granat, tim juga menemukan dua proyektil yang amunisinya telah diambil dengan cara digerinda. Semua temuan ini diamankan untuk mencegah potensi bahaya bagi masyarakat dan personel yang masih berada di lokasi.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menyatakan bahwa penemuan ini memperkuat dugaan adanya material berbahaya lain di sekitar lokasi ledakan. Oleh karena itu, sterilisasi dan penyisiran lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya yang tersisa. “Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua tiba di Kabupaten Biak Numfor pada Senin sore dan langsung bergabung dengan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, serta Pemerintah Daerah,” jelasnya pada Selasa (2/6/26).
Kapolres menambahkan bahwa sterilisasi sangat penting untuk mendukung pencarian tiga korban yang masih belum ditemukan. Wadanki Brimob Kompi 4 Batalion A, IPTU Hidayatullah Bauw, menegaskan bahwa area ledakan harus tetap steril dan tidak boleh dimasuki masyarakat selama pemeriksaan berlangsung. Berdasarkan informasi di lapangan, area sekitar ledakan memiliki sejumlah bunker dan lubang peninggalan perang yang diduga masih menyimpan material berbahaya.
IPTU Hidayatullah Bauw mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, atau membongkar benda-benda yang dicurigai sebagai sisa peninggalan perang. Jika menemukan benda mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang berkompeten. “Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman sehingga proses pencarian korban dan penanganan pasca kejadian dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.




















