Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Gizi Nasional (BGN) berupaya memperkuat validasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan sekolah dan pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh kelompok sasaran mendapatkan layanan secara tepat dan merata. “Kami melibatkan sekolah hingga pemda dalam validasi data penerima manfaat,” ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Senin (2/6/2026).
Proses verifikasi dilakukan melalui koordinasi koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tingkat kecamatan dengan lurah dan kepala desa. Pendataan serta pencocokan data dilakukan untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, termasuk santri di pondok pesantren. Hasil validasi data penerima manfaat kini dapat diakses publik melalui dasbor validasidatapm.bgn.go.id.
BGN juga mendorong kepala sekolah, pengelola posyandu, lurah, kepala desa, camat, hingga kepala daerah untuk aktif melakukan pengecekan data di wilayah masing-masing. “Kami berharap semua pihak dapat berpartisipasi aktif dalam pengecekan data,” terang Wakil Kepala BGN.
Data penerima manfaat yang digunakan saat ini merupakan hasil pendataan awal yang dilakukan pada periode Mei hingga Juli 2024. Saat itu, proses pengumpulan data melibatkan Babinsa dan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat Kodam, sebelum diserahkan kepada tim persiapan pelaksanaan Program MBG. Pada masa awal, BGN menghadapi keterbatasan sumber daya, baik dari segi anggaran operasional maupun jumlah personel.
Meski demikian, melalui penguatan koordinasi antar-kementerian dan partisipasi aktif pemerintah daerah serta masyarakat, BGN optimis validasi data akan menghasilkan basis data penerima manfaat yang lebih akurat hingga tingkat desa dan kelurahan. Data yang valid ini menjadi fondasi penting untuk memastikan Program MBG dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran secara tepat, merata, dan berkelanjutan.























