Headline.co.id, Gorontalo Utara ~ Sebanyak 40 balita di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, terdampak banjir dan mengalami masalah gizi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, Sri Fenty N. Sagaf, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan intervensi dengan memberikan Makanan Pendamping ASI dan susu formula khusus. Langkah ini diambil setelah tim puskesmas memetakan sebaran balita yang memerlukan bantuan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara juga telah menyusun peta distribusi tim medis pasca bencana. Peta ini melibatkan personel dari berbagai puskesmas lintas kecamatan untuk mendukung wilayah Kecamatan Biau. Posko kesehatan didirikan di beberapa desa, termasuk Desa Didingga, Desa Bualo, Desa Omutu, Desa Biau, dan Desa Luhuto, dengan masing-masing posko berada di bawah pengawasan puskesmas setempat.
Sri Fenty menegaskan pentingnya distribusi tim medis dan logistik melalui pos-pos kesehatan tersebut. “Kami bergerak cepat membagi tim medis dan logistik melalui pos-pos kesehatan ini, demi memastikan bantuan bisa menyentuh seluruh korban, khususnya kelompok rentan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kebutuhan dasar medis dan pangan masyarakat akan dipantau ketat untuk mencegah penurunan kesehatan pasca banjir.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, turut hadir di lokasi banjir dan menyatakan dukungan penuh dari pemerintah provinsi terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah kabupaten. “Tentunya apresiasi tinggi kepada seluruh nakes dari berbagai puskesmas yang tetap mengutamakan tugas kemanusiaan di tengah libur lebaran ini. Menempatkan posko di tiap desa terdampak adalah langkah mitigasi yang sangat tepat,” ungkap Anang.
Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Biau pada Selasa (26/5/2026) menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, berdampak pada 238 balita dan meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis lingkungan. Puluhan tenaga kesehatan, organisasi profesi kesehatan, dan personel puskesmas di Kabupaten Gorontalo Utara telah diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk melakukan aksi tanggap darurat, meskipun bertepatan dengan libur nasional Hari Raya Iduladha 1447 H.





















