Headline.co.id, Jakarta ~ Kue adrem khas Bantul kembali menarik perhatian masyarakat dan wisatawan karena nama populernya yang unik, yakni “kue kontol kejepit” atau tolpit. Jajanan tradisional bercita rasa manis dan bertekstur kenyal ini diketahui telah menjadi bagian dari warisan kuliner Yogyakarta sejak era Mataram kuno dan tercatat dalam Serat Centhini abad ke-18. Meski sempat populer pada era 1980 hingga 1990-an, keberadaan kue adrem kini mulai sulit ditemukan di kawasan perkotaan karena tergeser oleh jajanan modern. Namun, sejumlah pasar tradisional di Bantul dan Yogyakarta masih mempertahankan eksistensi kuliner legendaris tersebut.
Asal Usul Nama Kue Kontol Kejepit
Kue adrem merupakan jajanan tradisional berwarna cokelat tua yang dibuat dari campuran tepung beras, gula jawa, dan kelapa parut. Masyarakat Bantul biasanya menikmati camilan ini sebagai teman minum teh maupun kopi pada sore hari.
Di tengah masyarakat, nama “kontol kejepit” muncul karena bentuk kue yang dianggap unik serta teknik pembuatannya yang menggunakan proses penjepitan saat digoreng. Sementara itu, nama asli kudapan tersebut adalah kue adrem.
“Nama tolpit muncul karena orang dulu ingin menarik perhatian pembeli. Selain itu, proses pembuatannya memang dijepit saat digoreng,” demikian informasi yang berkembang di masyarakat terkait asal-usul penyebutan jajanan tradisional tersebut.
Kue Adrem Sudah Ada Sejak Era Mataram
Keberadaan kue adrem tidak hanya dikenal sebagai camilan rakyat, tetapi juga memiliki nilai historis yang kuat. Dalam catatan budaya Jawa, kuliner ini telah disebut dalam Serat Centhini dan diyakini sudah ada sejak masa kerajaan Mataram kuno.
Popularitas kue adrem pernah mencapai puncaknya pada era 1980-an hingga 1990-an. Pada masa itu, jajanan ini mudah dijumpai di berbagai pasar tradisional dan menjadi salah satu oleh-oleh khas Bantul. Namun seiring perkembangan zaman dan maraknya makanan modern, keberadaan kue adrem perlahan mulai berkurang, terutama di wilayah perkotaan.
Lokasi Berburu Kue Adrem di Yogyakarta
Meski demikian, wisatawan masih dapat menemukan kue adrem di sejumlah pasar tradisional Yogyakarta dan Bantul. Beberapa lokasi yang masih menjual kuliner ini di antaranya Pasar Sanden, Pasar Celep Srigading Bantul, Pasar Bantul, Pasar Kotagede, hingga Pasar Tani Jogja di kawasan Dinas Pertanian DIY.
Harga yang ditawarkan juga relatif murah dan terjangkau. Satu buah kue adrem dijual sekitar Rp1.000. Pedagang pasar tradisional juga kerap menawarkan paket enam buah dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000.
Bahan dan Cara Membuat Kue Adrem
Dalam proses pembuatannya, kue adrem menggunakan bahan dasar beras yang direndam semalaman kemudian digiling menjadi tepung halus. Penggunaan tepung beras homemade disebut lebih disarankan dibanding tepung beras instan kemasan.
“Penggunaan tepung beras rumahan membuat tekstur kue lebih padat dan tidak lembek saat digoreng,” berdasarkan penjelasan dalam proses pembuatan kue tradisional tersebut.
Adonan kemudian dicampur dengan gula jawa cair dan kelapa parut hingga kalis sebelum dibentuk bulatan kecil. Saat proses penggorengan, bagian ujung adonan dijepit menggunakan alat khusus atau sumpit hingga menghasilkan bentuk khas yang menjadi ciri utama kue adrem.
Selain memakai gula jawa sebagai pewarna alami, beberapa penjual kini mulai memodifikasi tampilan kue adrem dengan gula pasir dan tambahan pewarna makanan agar terlihat lebih menarik bagi konsumen muda.
Deretan Kuliner Indonesia dengan Nama Unik
Fenomena nama unik pada kuliner tradisional ternyata tidak hanya ditemukan pada kue adrem Bantul. Sejumlah daerah lain di Indonesia juga memiliki makanan dengan penamaan tidak biasa, seperti Kontol Pesok dari Brebes, Jembut Kecabut dari Purworejo, Kupat Jembut dari Semarang, Tai Kucing dari Solo, Bajingan dari Magelang, hingga Roti Bokong khas Purbalingga.
Keberadaan kuliner-kuliner tradisional tersebut dinilai menjadi bagian dari identitas budaya lokal yang masih bertahan di tengah perubahan tren makanan modern.
FAQ Seputar Kue Adrem atau Kue Kontol Kejepit Khas Bantul
Apa itu kue kontol kejepit?
Kue kontol kejepit adalah sebutan populer untuk kue adrem, jajanan tradisional khas Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kue ini memiliki tekstur padat namun kenyal dengan rasa manis dari gula jawa.
Mengapa disebut kue kontol kejepit?
Nama tersebut muncul dari bentuk kue dan proses pembuatannya yang dijepit saat digoreng menggunakan alat khusus atau sumpit. Nama unik ini juga dipercaya digunakan masyarakat zaman dahulu untuk menarik perhatian pembeli.
Apa nama asli kue kontol kejepit?
Nama asli jajanan tradisional tersebut adalah kue adrem. Sebutan “tolpit” atau “kontol kejepit” berkembang di masyarakat seiring waktu.
Dari mana asal kue adrem?
Kue adrem berasal dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan menjadi salah satu warisan kuliner tradisional masyarakat setempat.
Apakah kue adrem memiliki sejarah budaya?
Ya. Kue adrem disebut telah tercatat dalam Serat Centhini sejak abad ke-18 dan diyakini sudah ada sejak era kerajaan Mataram kuno.
Bagaimana tekstur dan rasa kue adrem?
Kue adrem memiliki tekstur padat, kenyal, dan lembut di bagian dalam dengan cita rasa dominan manis khas gula jawa.
Bahan utama pembuatan kue adrem apa saja?
Bahan utama kue adrem meliputi tepung beras homemade, gula jawa, kelapa parut, dan air. Beberapa variasi modern juga menggunakan gula pasir dan pewarna makanan.
Mengapa disarankan memakai tepung beras homemade?
Karena tepung beras rumahan dianggap menghasilkan tekstur yang lebih padat dan tidak lembek saat digoreng dibanding tepung beras instan kemasan.
Di mana bisa membeli kue adrem di Yogyakarta?
Kue adrem masih bisa ditemukan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Sanden, Pasar Celep Srigading Bantul, Pasar Bantul, Pasar Kotagede, dan Pasar Tani Jogja.
Berapa harga kue kontol kejepit?
Harga kue adrem cukup terjangkau, sekitar Rp1.000 per buah. Pedagang biasanya juga menjual paket enam buah dengan harga Rp5.000 hingga Rp6.000.
Kapan kue adrem populer di masyarakat?
Kue adrem sempat sangat populer pada era 1980-an hingga 1990-an dan menjadi salah satu jajanan tradisional favorit masyarakat Bantul.
Mengapa kue adrem mulai jarang ditemukan?
Keberadaan kue adrem mulai tergeser oleh perkembangan jajanan modern, terutama di kawasan perkotaan.
Apa warna asli kue adrem?
Warna asli kue adrem adalah cokelat tua yang berasal dari penggunaan gula jawa sebagai pewarna alami.
Bagaimana cara menikmati kue adrem?
Masyarakat biasanya menikmati kue adrem sebagai camilan pendamping teh hangat atau kopi saat sore hari.
Apa saja kuliner Indonesia lain yang memiliki nama unik?
Beberapa di antaranya adalah Kontol Pesok dari Brebes, Jembut Kecabut dari Purworejo, Kupat Jembut dari Semarang, Tai Kucing dari Solo, Bajingan dari Magelang, dan Roti Bokong dari Purbalingga.




















