Headline.co.id, Raja Ampat ~ Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Raja Ampat, Rusmiati Burdam, menyatakan keyakinannya bahwa pembinaan Gerakan Pramuka di wilayah tersebut dapat diperkuat, bahkan hingga menjangkau kampung dan pulau-pulau terpencil. Meskipun menghadapi tantangan geografis yang luas, Rusmiati optimistis dapat mengatasinya. Pernyataan ini disampaikan setelah ia terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Raja Ampat untuk periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kwartir Cabang di Aula Dinas Pendidikan Raja Ampat, Selasa (26/5/2026).
Rusmiati menegaskan bahwa tantangan dalam pembinaan Pramuka di Raja Ampat dapat diatasi melalui semangat kebersamaan dan kerja sama seluruh jajaran pengurus, serta dukungan dari pemerintah daerah dan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). “Kepercayaan ini saya terima bukan sebagai kehormatan pribadi, melainkan sebagai tanggung jawab besar yang harus saya emban demi kemajuan Gerakan Pramuka Raja Ampat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Rusmiati berkomitmen untuk membangun kepengurusan yang solid, profesional, dan berorientasi pada pelayanan bagi seluruh anggota Pramuka di Raja Ampat. Ia menetapkan tiga fokus utama dalam program kerjanya, yaitu memperkuat pembinaan anggota muda agar menjadi generasi berkarakter dan berdaya saing, meningkatkan kapasitas pembina dan pelatih, serta memperluas jangkauan kegiatan Pramuka hingga ke pulau-pulau dan kampung terpencil.
Rusmiati juga menekankan pentingnya sinergi Kwarcab dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program kepramukaan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah. “Pramuka yang kuat adalah Pramuka yang berakar pada masyarakat dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka Raja Ampat untuk bersatu dan saling mendukung dalam membangun organisasi yang lebih maju, inklusif, dan bermartabat. “Setiap anggota Pramuka adalah aset berharga bangsa. Bersama-sama kita akan mewujudkan generasi Raja Ampat yang berkarakter, mandiri, dan berdedikasi tinggi kepada nusa dan bangsa,” tambahnya.
Penetapan Rusmiati sebagai ketua dilakukan dalam Sidang Pleno V yang dihadiri oleh pengurus, pembina, serta perwakilan gugus depan (Gudep) dari berbagai sekolah di Waisai. Forum musyawarah secara mufakat memberikan kepercayaan kepada Rusmiati untuk memimpin Gerakan Pramuka Raja Ampat selama lima tahun ke depan.
Ketua Panitia Musyawarah Kwartir Cabang Raja Ampat, Muhammad Yudi Firstson, menjelaskan bahwa proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme sidang pleno dan menghasilkan kesepakatan bersama seluruh peserta musyawarah. “Jadi hasil pemilihan sepakat bahwa Kakwarcab adalah Ibu Rusmiati Burdam yang terpilih,” ujar Yudi.
Setelah penetapan ketua terpilih, forum kemudian membentuk tim formatur yang terdiri atas tujuh orang untuk menyusun kepengurusan Kwarcab Pramuka Raja Ampat periode 2026–2030. Yudi menambahkan bahwa penyusunan kepengurusan baru akan dilakukan secepatnya karena agenda pelantikan dijadwalkan berlangsung pada awal Juni 2026 oleh Kwartir Daerah Papua Barat Daya.
“Karena awal Juni akan dilantik oleh Kakwarda Papua Barat Daya di Raja Ampat, maka kami harus bergerak cepat untuk menyusun kepengurusan periode baru,” jelasnya. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa semangat baru bagi perkembangan Gerakan Pramuka di Raja Ampat, khususnya dalam mengaktifkan kembali pembinaan di tingkat gugus depan sebagai ujung tombak pendidikan karakter generasi muda.
“Selama ini kita melihat gerakan Pramuka kurang berjalan dengan baik. Harapan kami, dengan terpilihnya Ibu Rusmiati, kegiatan Pramuka bisa lebih aktif, terutama di tingkat gudep, karena itu merupakan wadah pembinaan generasi muda ke depan,” tambahnya.




















