Headline.co.id, Malang ~ Pemerintah Kota Malang telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi kenaikan harga cabai yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini dilakukan dengan membuka Warung Tekan Inflasi (WTI) di beberapa pasar dan menjalin kerja sama antardaerah untuk memastikan pasokan cabai tetap tersedia. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa langkah ini telah dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait setelah pemantauan inflasi menunjukkan adanya kenaikan harga cabai.
Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa WTI akan dibuka di Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo. “Saya sudah minta ke Diskopindag, kita akan membuka Warung Tekan Inflasi. Nanti rencananya akan dibuka di Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo,” ujarnya saat meninjau pemeriksaan hewan kurban di Jalan Saxophone, Kelurahan Jatimulyo, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Senin (25/5/2026).
Menurut Wahyu, pembukaan WTI masih dalam tahap persiapan dan diharapkan dapat menahan kenaikan harga cabai agar tidak terlalu signifikan. “Ini sudah kita proses. Kita akan minta ada warung-warung tekan inflasi agar harga cabai ini tidak naik signifikan, karena mulai kemarin selalu naik terus,” ungkapnya.
Wahyu menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh masa panen dan cuaca yang menyebabkan stok di pasaran berkurang. Saat ini, produksi cabai dari petani belum optimal karena belum memasuki masa panen raya. “Memang tergantung masa panen dan cuaca. Saat ini kondisi stok masih kurang karena belum banyak yang panen,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemkot Malang menyiapkan kerja sama antardaerah guna mendatangkan cabai dari luar Kota Malang. Selain itu, Pemkot Malang tengah memproses pengajuan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung program pengendalian inflasi. Wahyu menargetkan proses tersebut segera rampung agar intervensi harga dapat dilakukan sebelum Iduladha.






















