Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) KORPRI bukan hanya sekadar ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter bagi aparatur sipil negara (ASN). Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, dalam acara penyerahan hasil seleksi MTQ VIII KORPRI Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 dan piagam penghargaan purna tugas ASN di halaman Kantor Bupati Lumajang, Senin (25/5/2026).
Agus Triyono menyatakan bahwa tantangan birokrasi saat ini tidak hanya terkait dengan kemampuan teknis dan profesionalisme kerja, tetapi juga menyangkut integritas, etika, serta tanggung jawab moral dalam pelayanan publik. “MTQ bukan hanya soal lomba membaca atau menghafal Al-Qur’an, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat membentuk karakter ASN yang jujur, disiplin, amanah, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Agus, birokrasi yang sehat tidak cukup dibangun melalui sistem administrasi dan target kerja semata, tetapi juga melalui pembentukan karakter aparatur. Nilai spiritual dianggap penting sebagai benteng moral agar ASN dapat menjaga etika pelayanan, profesionalisme, dan orientasi pengabdian kepada masyarakat. ASN dituntut untuk adaptif dan profesional dalam menghadapi perubahan zaman, namun tetap harus memiliki pegangan nilai dalam bekerja agar pelayanan publik tetap mendapat kepercayaan masyarakat. “Pelayanan publik membutuhkan kompetensi, tetapi juga membutuhkan moralitas. Keduanya harus berjalan seimbang,” tambahnya.
Pada MTQ VIII KORPRI Jawa Timur Tahun 2026, Kabupaten Lumajang berhasil meraih peringkat empat besar tingkat provinsi dengan skor kafilah 52. Beberapa peserta asal Lumajang juga meraih prestasi pada berbagai cabang lomba dan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pembinaan kafilah Jawa Timur menuju MTQ VIII KORPRI tingkat nasional tahun 2026.
Selain penyerahan hasil MTQ, Sekda Lumajang juga menyerahkan piagam penghargaan kepada ASN yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka. Agus menilai bahwa pengabdian ASN tidak berhenti saat memasuki masa pensiun, karena pengalaman dan keteladanan purna ASN tetap dibutuhkan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Melalui momentum ini, Pemkab Lumajang berupaya membangun budaya birokrasi yang profesional, humanis, dan berintegritas dengan memperkuat nilai moral serta spiritual di lingkungan ASN.






















