Headline.co.id, Gorontalo ~ Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo mengumumkan perluasan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke sekolah-sekolah. Program ini bertujuan untuk mendeteksi faktor risiko dan penyakit sejak dini di kalangan masyarakat. Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menyatakan bahwa program CKG mencakup seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.
Pada tahun 2026, pemerintah daerah berencana memperluas jangkauan program ini melalui CKG Anak Sekolah yang akan dimulai pada tahun ajaran baru. “Program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah untuk kesehatan masyarakat,” ujar Anang. Target capaian CKG di Provinsi Gorontalo pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 55 persen dari total jumlah penduduk, dengan realisasi pelayanan hingga pertengahan Mei 2026 mencapai 22,7 persen.
Anang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencapai target tersebut. Selain itu, edukasi dan dorongan kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin harus terus ditingkatkan. Monitoring dan evaluasi secara berkala juga dinilai penting untuk mengidentifikasi kendala di lapangan dan merumuskan langkah tindak lanjut demi menjaga mutu pelayanan kesehatan primer.
Pernyataan ini disampaikan Anang dalam Kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Supervisi Fasilitatif Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini diadakan secara luring dan daring, didampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Syafiin S. Napu. Pertemuan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI serta diikuti oleh perwakilan unsur TNI-Polri, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, serta jajaran puskesmas se-Provinsi Gorontalo.




















