Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk para pembajak, untuk menyelamatkan empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) dan disandera di Somalia. Pernyataan ini disampaikan Sugiono setelah rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Rabu.
Dalam upaya negosiasi tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melibatkan perwakilan Indonesia, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi, Kenya, serta KBRI Islamabad dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi di Pakistan. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan upaya memastikan keamanan dan keselamatan para WNI ABK MT Honour 25.
Pemerintah Indonesia berharap agar langkah-langkah intensif yang telah diambil dapat menghasilkan pembebasan yang aman bagi para WNI yang menjadi korban pembajakan kapal di Somalia. Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa empat WNI yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia dalam kondisi baik dan penanganan kasus masih berlangsung.
Awak kapal yang dibajak tersebut terdiri dari empat WNI, sepuluh warga Pakistan, seorang warga India, dan seorang warga Myanmar. Empat WNI tersebut diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Kemlu juga telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan kebutuhan logistik para WNI yang disandera terpenuhi, serta memastikan gaji mereka tetap dibayarkan oleh pemberi kerja.
Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak di Somalia terkait pembajakan kapal yang terjadi pada 22 April 2026 di perairan sekitar Hafun, bagian timur laut Somalia. Penanganan kasus tersebut masih berlangsung dengan melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha terkait, dan tetap mengutamakan keselamatan para ABK.
Heni memastikan bahwa koordinasi dengan pihak terkait di dalam negeri juga dilakukan untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.



















