Headline.co.id, Batang ~ Menjelang perayaan Iduladha 2026, persiapan di Kabupaten Batang sudah mulai terlihat, terutama di lapak-lapak pedagang ternak. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang mengambil langkah cepat dengan memperketat pengawasan untuk memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan sesuai harapan. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa setiap hewan yang disembelih memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) serta sesuai dengan syariat Islam.
Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Batang, M. Arief Edyanto, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan jaminan pemerintah kepada konsumen. Dari peternak hingga ke pelataran masjid, setiap prosesnya dipantau dengan cermat. “Setiap tahun kami mengawal kegiatan persiapan maupun pelaksanaan kurban agar ternak yang dipotong memenuhi kriteria ASUH, mulai dari tingkat peternak sampai lokasi pemotongan di masjid dan musala,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (11/5/2026).
Arief menjelaskan makna di balik standar ASUH. Aman berarti hewan bebas dari bibit penyakit berbahaya, Sehat menjamin kondisi fisik dan kandungan gizi daging layak konsumsi, dan Utuh memastikan tidak ada praktik pemalsuan atau pencampuran daging. “Terakhir, aspek Halal menjadi kunci yang tak boleh ditawar. Hal ini berkaitan erat dengan siapa yang memegang pisau di hari penyembelihan. Kehalalan produk hewan sangat ditentukan dari proses penyembelihannya. Karena itu penyembelihan harus dilakukan oleh Juru Sembelih Halal (Juleha) yang memahami tata cara penyembelihan halal,” jelasnya.
Dispaperta juga mengingatkan masyarakat yang hendak membeli hewan kurban untuk melakukan pengecekan fisik. Sesuai syariat, hewan tidak boleh pincang, cacat, atau memiliki anggota tubuh yang tidak lengkap seperti ekor yang terpotong. “Selain kesehatan fisik, ada satu anjuran penting: pilihlah hewan jantan. Kami mengimbau masyarakat mengutamakan ternak jantan untuk kurban. Walaupun mungkin ada pertimbangan harga atau ketersediaan, tapi itu lebih dianjurkan,” tegasnya.
Dispaperta tidak hanya menunggu di kantor, tetapi juga aktif memberikan sosialisasi kepada para takmir masjid. Sebanyak 35 pengurus masjid telah dibekali pengetahuan mengenai pemeriksaan kesehatan hewan (sebelum dan sesudah dipotong), teknik penanganan daging yang higienis, hingga pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan. Pengawasan di lapangan pun sudah mulai dilakukan, menyasar titik-titik krusial seperti lapak penjualan di Kecamatan Tulis. “Kami lakukan pengawasan di hulunya terlebih dahulu, yaitu di lapak pedagang. Ini langkah preventif supaya hewan yang dijual benar-benar sehat sebelum sampai ke masyarakat,” tandasnya.
Dengan perkiraan jumlah hewan kurban di Batang mencapai sekitar 8.000 ekor seperti tahun sebelumnya, kesiapan ini menjadi sangat penting agar warga Batang dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan mengonsumsi daging yang berkualitas. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)






















