Headline.co.id, Jakarta ~ Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai bahwa permainan tradisional egrang semakin relevan di tengah meningkatnya aktivitas digital anak-anak. Menurutnya, permainan fisik seperti egrang dapat menjadi jeda yang membantu anak-anak menjaga keseimbangan emosional, interaksi sosial, dan kesehatan mental di era digital ini.
“Permainan egrang bisa menjadi satu tombol pause, tombol jeda dari intensitas yang begitu tinggi masuknya kita ke ruang digital. Permainan fisik seperti ini memberikan banyak pelajaran tentang keseimbangan, kerja sama, dan gotong royong,” ujar Wamen Nezar saat menghadiri Launching Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026).
Wamen Nezar menyatakan bahwa perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak. Saat ini, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,26 persen dari populasi, dengan sekitar 230 juta masyarakat terkoneksi internet.
Di tengah tingginya konektivitas digital tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan aktivitas digital dan interaksi sosial di dunia nyata. “Saat ini kita tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, tetapi hidup di dalamnya. Ada banyak permainan anak yang mulai tergusur oleh ruang digital. Egrang menjadi salah satu yang tetap bertahan karena dijaga bersama oleh komunitas,” katanya.
Menurutnya, perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya melalui regulasi platform digital, tetapi juga membutuhkan lingkungan sosial yang sehat dan ruang interaksi nyata bagi anak-anak. “Bermain egrang bukan sekadar permainan tradisional. Anak-anak kembali berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, belajar menjaga keseimbangan, belajar bekerja sama, dan membangun keberanian melalui pengalaman nyata,” tuturnya.
Ia juga menilai bahwa permainan tradisional memiliki nilai pendidikan karakter yang kuat karena mengajarkan anak untuk bangkit ketika gagal dan saling mendukung dalam kebersamaan. “Tidak apa-apa kalau kita naik egrang lalu jatuh. Jatuh, bangun lagi. Itu pelajaran penting bagi anak-anak untuk membentuk karakter dan kepribadian sejak dini,” ujar Wamen Nezar.
Kementerian Komunikasi dan Digital mengapresiasi Festival Egrang Ledokombo sebagai ruang budaya dan sosial yang membantu anak-anak tumbuh sehat di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat. Wamen Nezar berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga kuat secara emosional dan sosial.
“Saya percaya setiap anak Indonesia bisa menjadi tunas yang tumbuh sehat, baik di dunia nyata maupun di dunia digital, untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat dan lebih hebat,” pungkasnya.




















