Headline.co.id, Bekasi ~ Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menangani korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dengan memberikan dukungan menyeluruh kepada keluarga korban. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama, baik dari segi perawatan medis maupun pemenuhan hak-hak korban melalui mekanisme yang berlaku.
“Kami turut berduka cita kepada seluruh keluarga korban. Pemerintah memastikan tidak akan lepas tangan dalam penanganan ini, baik dari sisi perawatan di rumah sakit maupun dukungan melalui mekanisme asuransi,” ujar Menhub saat meninjau Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).
Dalam proses penanganan, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk PT Jasa Raharja yang sejak awal telah melakukan pendataan dan identifikasi korban sebagai dasar penyaluran santunan. “Sejak hari pertama, Jasa Raharja telah terlibat dalam proses identifikasi dan pendataan korban. Penyaluran santunan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Selain memastikan penanganan korban, pemerintah juga melakukan pemulihan layanan transportasi. Menhub Dudy melakukan uji coba jalur dengan menaiki kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang sebagai bagian dari pemulihan operasional pascainsiden.
Tidak hanya itu, Menhub juga menyempatkan diri bertakziah ke rumah salah satu korban meninggal dunia sebagai bentuk empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa pihaknya turut memberikan santunan serta dukungan pendidikan bagi keluarga korban sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga memberikan santunan serta beasiswa kepada putra dari salah satu korban,” ujar Bobby.
Pemerintah menegaskan bahwa penanganan insiden Bekasi Timur tidak hanya berfokus pada pemulihan jangka pendek, tetapi juga memastikan perlindungan korban serta penguatan sistem keselamatan transportasi ke depan.























