Headline.co.id, Sumenep ~ Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Festival Ojung sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang juga diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Festival ini telah dimasukkan dalam Kalender Event 2026 dan diadakan di Pantai Galung, Desa Juruan Daja, Kecamatan Batuputih, pada Minggu (12/4/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, menekankan bahwa Festival Ojung bukan sekadar tontonan, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang penting bagi masyarakat. “Festival ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, keberanian, dan sportivitas yang perlu diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Tradisi Ojung merupakan ritual khas masyarakat setempat yang melibatkan adu ketangkasan dua orang menggunakan rotan secara bergantian. Selain sebagai warisan budaya, tradisi ini juga memiliki makna spiritual, seperti doa untuk keselamatan desa dan harapan turunnya hujan saat musim kemarau.
Pemerintah daerah menilai bahwa keterlibatan generasi muda sangat penting untuk keberlanjutan tradisi ini di tengah arus globalisasi. Oleh karena itu, festival ini didorong menjadi ruang partisipasi aktif bagi pemuda, tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai pelaku budaya. “Generasi muda harus mengenal, mencintai, dan melanjutkan warisan budaya agar tetap memiliki jati diri yang kuat,” tegas Agus.
Seiring dengan perkembangan zaman, Pemkab Sumenep juga melakukan inovasi dalam pengemasan festival, mulai dari penataan lokasi, promosi digital, hingga kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ruh utama. “Esensi budaya tetap dijaga, sementara kemasan disesuaikan agar lebih menarik dan relevan,” jelasnya.
Ke depan, Festival Ojung diharapkan tidak hanya menjadi ikon budaya daerah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, festival ini juga menjadi ruang sosial yang mempererat hubungan antarwarga melalui interaksi dan kebersamaan dalam merayakan kekayaan budaya daerah.
Dengan pendekatan pelestarian yang adaptif dan kolaboratif, Sumenep menegaskan komitmennya menjaga warisan budaya sekaligus menjadikannya sebagai kekuatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.























