Headline.co.id, Jakarta ~ Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8, Duta Besar Sohail Mahmood, menyatakan bahwa negara-negara anggota D-8, termasuk Pakistan, Turki, dan Mesir, sedang aktif berupaya memediasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dalam konflik Iran. Upaya ini dilakukan melalui rencana perundingan gencatan senjata yang akan berlangsung di Islamabad, Pakistan.
Mahmood menjelaskan bahwa diplomasi di balik layar yang telah dilakukan selama beberapa minggu terakhir menciptakan peluang penting bagi Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghindari konflik yang lebih besar. Meskipun risiko terhadap pasar energi global dan pasokan minyak dari Teluk masih tinggi, Mahmood berharap semua pihak bertindak dengan tanggung jawab dalam pembicaraan diplomatik tersebut. “Kami berharap semua pihak dapat bertindak dengan tanggung jawab,” ujar Mahmood dalam keterangan resminya, Sabtu (11/4/2026).
Sementara itu, Indonesia yang memegang keketuaan D-8 untuk periode 2026–2027 memastikan bahwa agenda kerja organisasi tetap berjalan meskipun ada dinamika geopolitik. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang semula dijadwalkan pada bulan April harus ditunda untuk mencari waktu yang lebih kondusif.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan bahwa penundaan tersebut tidak membatalkan komitmen Indonesia dalam memimpin organisasi yang kini beranggotakan sembilan negara tersebut, setelah bergabungnya Azerbaijan pada Desember 2024. “Penundaan ini tidak mengurangi komitmen Indonesia dalam memimpin D-8,” kata Vahd Nabyl melalui keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).
Selama masa keketuaannya, Indonesia mengusung tema yang berfokus pada lima pilar prioritas, yaitu penguatan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi hijau dan biru, konektivitas digital, serta reformasi internal organisasi. D-8 dibentuk pada tahun 1997 sebagai wadah kerja sama ekonomi bagi negara-negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim. Saat ini, anggota D-8 terdiri dari Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Turki, dan anggota terbaru, Azerbaijan.






















