Headline.co.id, Sleman ~ Warga Pereng Kembang, Balecatur, Gamping, Sleman, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di Sungai Konteng pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Mayat tersebut ditemukan saat kegiatan kerja bakti pembersihan sungai yang melibatkan warga dan pihak kelurahan dengan bantuan alat berat. Korban diketahui berinisial NR (70), warga Sidoarum, Godean, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (10/4/2026) dini hari. Penemuan ini langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Gamping bersama tim terkait untuk memastikan identitas dan penyebab kematian korban.
Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H., menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari masyarakat yang menemukan adanya mayat di aliran Sungai Konteng. “Anggota piket Polsek Gamping mendapatkan laporan dari masyarakat tentang ditemukannya mayat di sungai, kemudian segera mendatangi tempat kejadian perkara,” ujarnya kepada Headline.co.id.
Penemuan bermula saat warga melaksanakan kerja bakti membersihkan sungai yang tertutup sampah, ranting pohon, dan bambu akibat banjir sehari sebelumnya. Dalam proses tersebut, digunakan alat berat jenis excavator untuk mengeruk material yang menyumbat aliran sungai.
“Saat dilakukan pengerukan menggunakan alat berat, warga dan sopir alat berat melihat ada tangan manusia di antara tumpukan sampah. Setelah dipastikan, ternyata benar mayat manusia,” kata IPTU Argo.
Kondisi korban saat ditemukan berada di antara tumpukan sampah dan terlilit ranting pohon serta bambu yang terbawa arus banjir pada Jumat (10/4/2026). Sungai Konteng sendiri merupakan aliran sungai yang melintasi wilayah Mlati, Godean, Gamping hingga Sedayu (Bantul), dengan hulu di Sungai Progo.
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Gamping bersama Tim Inafis Polresta Sleman dan tenaga medis dari Puskesmas Gamping melakukan pemeriksaan di lokasi. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa jasad tersebut adalah laki-laki.
Tim medis juga menemukan ciri khusus pada korban. “Ditemukan bekas luka penyakit pada bagian atas mata kaki kanan dan diperkirakan korban meninggal lebih dari 8 jam sebelum ditemukan,” jelas IPTU Argo.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah Gamping untuk penanganan lebih lanjut.
Identitas korban mulai terungkap ketika tiga orang yang mengaku sebagai keluarga datang ke lokasi dan mengenali korban dari pakaian, bentuk kaki, serta luka pada bagian mata kaki. Keluarga menyebut korban memang memiliki riwayat pikun dan sering keluar rumah tanpa bisa kembali.
“Korban terakhir terlihat meninggalkan rumah pada hari Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 04.00 WIB,” ungkap IPTU Argo.
Pada hari yang sama saat penemuan, pihak keluarga sebenarnya hendak melaporkan kehilangan ke Polsek Godean. Namun, petugas menginformasikan adanya temuan mayat di wilayah Gamping. Setelah mendatangi lokasi, keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah anggota keluarga mereka.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum. Polisi memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan melibatkan tim identifikasi dan medis guna memastikan fakta di lapangan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.





















