Headline.co.id (Semarang) ~ Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan instruksi kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk mengkaji berbagai hal terkait dengan kemungkinan penerapan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk melakukan antisipasi meluasnya penyebaran virus corona (COVID-19).
baca juga: Membantu Kesulitan Porter Stasiun, KAI Daop 8 Surabaya Bagikan Sembako
Ganjar mengatakan bahwa kajian dan perhitungan itu menyangkut aspek sosial ekonomi, transportasi, logistik, sampai keamanan. “Segera dikaji, segera dihitung persebarannya seperti apa, percepatannya seperti apa. Begitu itu terlihat drastis dan persebarannya makin luas, tidak usah ragu-ragu (mengajukan penerapan PSBB ke Kementerian Kesehatan),” ungkap Ganjar dilansir dari Antara.
Menurutnya, instruksi tersebut berkaitan dengan terjadinya lonjakan angka kasus Covid-19 di Kota Semarang.
baca juga: Operasional KRL Mulai Hari Ini Sabtu 18 April, Tetap Beroperasi Sesuai Aturan PSBB
“Saya resah ketika melihat kondisi Kota Semarang dalam pencegahan penularan COVID-19. Pasalnya, selama 25 hari bersepeda keliling, saya melihat masih banyaknya kerumunan orang di berbagai tempat, bahkan sampai larut malam dan kafe-kafe masih ramai pengunjung,” ujar Ganjar.
Sehingga terkait dengan hal tersebut, Ganjar meminta Pemkot Semarang untuk bersikap tegas dan keras dalam penerapan pembatasan fisik.
Ganjar berharap agar masyarakat Kota Semarang makin keras usahanya dalam mencegah persebaran virus yang telah merenggut ratusan ribu nyawa manusia.
baca juga: Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas, Masyarakat Diminta Waspada
“Kita semua minta bantuan, pakai masker, jaga jarak, jangan keluar rumah kalau tidak penting. Hentikan tongkrang-tongkrong ha-ha-he-he. Sekali lagi hentikan itu agar kita sehat semua,” tutupnya.


















